Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Tuesday, 31 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG masih dapat terkoreksi atau naik tipis..
prediksi ihsg masih di kisaran 3080 - 3120...
namun kemungkinan sesi dua naik tipis di 30110...

tanggapan dari rekomendasi saham semua securities:
INDF, LSIP,GGRM, BTEL, SGRO.

> INDF = berbagai securities menyarankan buy, namun menurut analisa chart saya.. indf masih akan terkoreksi dulu di akibatnya naiknya saham indf dari 4300 menuju 4825 belum ada koreksi yang wajar.. sehingga hari ini di perkirakan akan koreksi ke harga 4600. buy di 4600

> LSIP = bnyak securities manyarankan buy , saya setuju dng rekomendasi ini namun jika buy sekrang bukan moment yang bagus lsip masih akan dapat ke arah 9450.. namun saham ini apbila bisa menyentuh di level 9650... target akan ke 10.000..

> GGRM = byak securities menyarankan buy , saya kurang setuju karena saham ini sudah over bought.. dan sangat tidak bagus apabila kita beli saham ini karena akan terjadi penurunan tajam di kisaran harga 3.8000, - 38. 300.. tahan jng buy dulu..

> BTEL = sebenarnya saham ini sangat bagus secara teknikal di tambah lagi laba yang meningkat.. namun secra teknikal akan koreksi tipis ke harga 152.. buy di harga 151 - 153..

> SGRO = saham ini belum bisa di prediksi .. namun secara teknikal saham ini akan ada penurunan tipis ke harga 2600.. tahan jng buy saham ini dulu belum ada konfirmasi naik

REKOMENDASI BERBAGAI SECURITIES

Mau beli saham apa hari ini?

Kinerja indeks hari ini diperkirakan tak beda jauh dengan kemarin. Pengaruh kondisi bursa utama regional diperkirakan cukup kuat. Indeks diprediksi cenderung konsolidasi. Saham-saham yang dicermati antara lain INDF, LSIP,GGRM, BTEL, SGRO.

Berikut rekomendasi sejumlah sekuritas:


Trimegah Securities:
Ditengah kondisi bursa-bursa utama regional yang merambah teritori positif, IHSG gagal melakukan pergerakan menguji resistensi 3.160 dengan ditutup merosot tipis 0,17% di level 3.099. Apabila pada perdagangan hari ini IHSG kembali gagal bergerak di atas area 3.150, maka diperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang area yang mungkin sama dengan kemarin dan kembali menguji kekuatan support 3.080.

Panin Sekuritas:
Aksi ambil untung melanda IHSG pada perdagangan sesi sore kemarin sehingga indeks akhirnya ditutup melemah tipis. Investor tampaknya memilih untuk wait and see data inflasi yang akan diumumkan Rabu besok. Meski masih berada dalam pola uptrend, akan tetapi kami melihat beberapa indikator mengindikasikan cenderung melemah. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 3.085-3.114.

eTrading Securities:
Pada awal perdagangan IHSG ditutup melemah 5 poin (-0,16%) walaupun data GDP dari amerika yang di luar ekspektasi analis yang membawa bursa regional menguat, tetapi IHSG setelah sempat menguat 30 poin akhirnya terjadi profit taking yang membawa IHSG melemah, hal ini dikarenakan adanya kebutuhan akan cash pada saat mendekati liburan lebaran tanggal 8 September 2010 dan juga persiapan untuk liburan jangka panjang yang membuat mereka memilih untuk tidak memiliki posisi dan jika kita lihat asing melakukan net buy sebesar Rp60 miliar dan tercatat paling besar di saham INDF, pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3.067 – 3.130 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan INDF, LSIP,GGRM dan BTEL.

Sinarmas Sekuritas:
Indeks diperkirakan cenderung tertekan diduga pelaku pasar mencermati dampak angka inflasi Agustus yang diperkirakan bisa mendekati 1% (MoM) dan inflasi tahunan yang diperkirakan dapat melampaui suku bunga BI Rate. Potensi inflasi tahunan lebih besar dari suku bunga BI Rate dapat memberikan ruang naik suku bunga BI Rate. Kisaran gerak 3074 - 3128. Cermati saham : UNSP, INCO.

Erdikha Sekuritas:
IHSG ditutup melemah 5.17 point menjadi 3099.57 (-0.17%). Pelemahan sebagian besar saham-saham sektor perbankan menjelang keluarnya data inflasi bulan agustus menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks. Pergerakan indeks masih rawan profit taking, sehingga kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecendrungan negatif. Indeks kami perkirakan bergerak pada kisaran 3060-3145. Saham rekomendasi kami adalah BTEL, LSIP, dan SGRO.

BERITA GLOBAL

Penurunan harga minyak berlanjut

DALLAS: Harga minyak jatuh untuk hari kedua di New York menyusul pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat dari estimasi analis pada Juli. Kenyataan ini menambah kekhawatiran bahwa laju permintaan minyak di AS akan kembali terhambat.

Harga kontrak minyak turun dari level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir kemarin setelah Departemen Perdagangan AS merilis laporan yang menunjukan tingkat pendapatan di negara itu tumbuh 0,2% atau lebih kecil dari estimasi 66 analis yang mencapai 0,3%. Laporan Departemen Energi hari ini mungkin akan menunjukkan naiknya persediaan minyak mentah pekan lalu.

"Anda memiliki banyak bukti bahwa pemulihan ekonomi terhambat. Para pembuat kebijakan berpura-pura bahwa segala sesuatu berjalan baik, tapi saya mulai berfikir bahwa mereka kehilangan akal," ungkap Bill O’Grady, ahli strategi pasar pada Confluence Investment Management di St. Louis.

Harga kontrak minyak untuk pengiriman Oktober jatuh US$0,67, atau 0,9%, menjadi US$74,03 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan sempat menyentuh level US$74,09 pada pukul 8:53 waktu Sydney. Kemarin, harga kontrak melemah US$0,47 sen, atau 0,6%, menjadi US$74,70.

Menurut estimasi 12 analis yang disurvei Bloomberg News, persediaan minyak mentah mungkin akan bertambah 1,55 juta barel pekan lalu.

Harga kontrak minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober naik US$0,5 menjadi US$76,60 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London kemarin. Beberapa kantor di UK tutup karena liburan.

Sementara itu, harga emas anjlok 6,1% bulan ini, penurunan pertama sejak Mei dan sudah jatuh 6,6% sejak awal tahun ini.


Harga kontrak emas terus reli

NEW YORK: Harga kontrak emas untuk pengiriman tiga bulan naik, memperpanjang reli bulan ini, dipicu penurunan harga saham di AS yang mendorong permintaan terhadap logam mulia sebagai alternatif investasi aman.

Harga saham melemah, memperpanjang penurunan tiga pekan, setelah pertumbuhan pendapatan pribadi yang lebih lambat dari perkiraan menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi terhambat. Harga emas meningkat 13% tahun ini, mencapai rekor US$1.266,50 per ounce pada Juni.

"Di tengah sentimen negatif di pasar perumahan, ekonomi, dan bursa saham, kita bisa melihat alasan harga emas akan naik karena kompetisi dengan aset-aset lain tersebut," ujar Tom Pawlicki, analis di MF Global Holdings Ltd. di Chicago.

Harga kontrak emas untuk pengiriman Desember ditutup naik US$1,30 menjadi US$1.239,20 pada pukul 13:39 di Comex di New York. Harga logam mulia ini mendaki 4,7% pada Agustus.

Gubernur Federal Reserve Ben S. Bernanke pada 27 Agustus mengatakan bahwa bank sentral akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan pemulihan. Ekonomi tumbuh 1,6% pada kuartal II, lebih kecil dari prediksi pemerintah bulan lalu.

"Emas diuntungkan oleh penjualan saham karena kekhawatiran, atau logam ini dapat mencatat reli akibat harapan terhadap pemulihan kuantitatif," ujar Frank McGhee, head dealer pada Integrated Brokerage Services LLC di Chicago.

Harga perak untuk pengiriman Desember tidak berubah pada US$19,074 per ounce. Logam mulia ini telah meningkat 5,9% bulan ini.

Harga platinum untuk pengiriman Oktober jatuh US$3,90 atau 0,3% menjadi 1.533,10 per ounce di bursa New York Mercantile Exchange. Harga palladium untuk pengiriman desember merosot US$4,55 atau 0,9% menjadi US$500,10 per ounce.


Wall Street Tertipis Sepanjang Tahun



Foto: Reuters
New York - Bursa Wall Street kembali berakhir di teritori negatif dengan volume perdagangan tercatat paling tipis sepanjang tahun ini. Investor masih terus dihantui kekhawatiran seputar proses pemulihan ekonomi dunia.

Kekhawatiran itu menutupi data positif dari kenaikan belanja dan pendapatan konsumen AS. Padahal data menunjukkan belanja konsumen AS naik ke tingkat tercepat dalam 4 bulan terakhir selama Juli, sementara kenaikan pendapatan lebih kecil dari proyeksi.

"Konsumer tidak memiliki kecepatan untuk tumbuh pada tingkat yang besar," ujar Malcolm Polley, president dan chief investment officer Stewart Capital Advisors seperti dikutip dari Reuters, Selasa (31/8/2010).

Pada perdagangan Senin (30/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 140,92 poin (1,39%) ke level 10.009,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 15,67 poin (1,47%) ke level 1.048,92 dan Nasdaq melemah 33,66 poin (1,56%) ke level 2.119,97.

Perdagangan berjalan sangat sepi dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 5,6 miliar lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham. Ini juga merupakan catatan transaksi paling tipis sepanjang tahun 2010.

Saham Intel Corp turun hingga 2,2% dan menjadi perontok Nasdaq setelah mengumumkan penawaran bernilai US$ 1,4 miliar atas produsen Chip Jerman Infineon Technologies AG. Kesepakatan itu dikhawatirkan mengurangi kepercayaan pada penjualan chip ke produsen PC.

PROSPECTUS PERUSAHAAN SMESTER 1

Produksi Timah Semester I Capai 19.378 MTon

(IST)

Jakarta - Total produksi logam PT Timah Tbk (TINS) mencapai 19.501 mton sedangkan produksi logam semester I 2009 sebesar 19.378 mton.

Demikiand ikutip dari keterbukaan informasi BEI, kamarin. Untuk penjualan logam timah semester I sebesar 19.760 mton atau turun 18% dibanding semester I 2009 sebesar 24.110 mton.

Hal ini didukung dengan total volume produksi biji timah dari tambah darat semester I sebesar 8.503 ton.sn. Jumlah ini meningkat 84% dibanding semester I 2009 sebesar 4.618 ton.sn.

Untuk volume produksi biji timah dari tambang lepas pantau semester I sebesar 9.085 ton.sn atau meningkat 28% dibanding semester I 2009 sebesar 7.075 ton.sn. Total produksi dari tambang lepas pantai kuartal II sebesar 6.929 ton.sn atau meningkat 221% dibandingk kuartal I 2010 sebesar 2.156 ton.

Perseroan mengurangi ketergantungan dari penambangan darat. Saat ini perusahaan tengah membangun 5 kapal isap baru yang ditargetkan selesai akhir tahun. Hal ini untuk mendukung 10 kapal isap yang sudah ada. Selain itu juga untuk mendukung operasi armada kapal keruk yang berjumlah 11 buah.


Laba Bersih Adaro Turun 49% Jadi Rp1,153 T

Jakarta - Laba bersih Adaro Energy (ADRO) pada semeser I menurun 49% menjadi Rp1,153 triliun. Atau turun 38% menjadi US$125 juta. Hal ini karena peningkatan beban bunga yang terkait obligasi sebesar US$800 juta pada Oktober 2009.

Hal itu dikatakan Presdir ADRO, Garibaldi Thahir daalm keterbukaan di BEI. "Penurunan pada semester I tahun 2010 sudah diperkirakan. Walaupun dproduksi dan penjualan meningkat dibandingkan semester I 2009," katanya.

Hal ini karena peningkatan beban bunga yang terkait obligasi sebesar US$800 juta pada Oktober 2009. Akibatnya, jumlah beban bunga meningkat 93% menjadi US%64 juta atau 60% menjadi Rp586 miliar. Belum lagi ditambah dengan faktor kenaikan tarif pajak efektif dan kerugiakn selisih kurs sebesar Rp121 miliar.

Namun beban operasi mengalami penurunan sebesar 27% hingga menjadi Rp377 miliar atau menurun 12% menjadi US$41 juta. Hal ini terutama disebabkan beban penjualan dan pemasaran yang lebih rendah. Walaupun beban umum dan administrasi meningkat 31% atau US$5,4 juta.

Penurunan ini akibat penurunan sebesar 37% pada komisi penjualan yang terkait dengan restrukturisasi agen pihak ketiga terhadap coaltrade. Jadi laba usaha menurun 28% menjari Rp3,6 triliun atau 13% menajdi US%388 juta


Laba BTEL Tumbuh 10,1% di Semester I 2010


(COM, Jakarta - Selama enam bulan pertama tahun 2010, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 10,1% atau naik dari Rp158,6 miliar menjadi Rp 174,6 miliar.

Demikian keterangan resmi BTEL yang diterima INILAH.COM. Kenaikan ini antara lain merupakan hasil dari berbagai usaha efisiensi yang dilakukan perseroan seperti berkurangnya rasio biaya-biaya operasi dan pemeliharaan, umum & administrasi serta penjualan dan pemasaran terhadap pendapatan.

Selain laba usaha, EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization) juga meningkat 17.7% dari Rp 613,8 miliar menjadi Rp722,5 miliar. Akibatnya EBITDA marjin juga meningkat dari 36.8% menjadi 42.0%. Sementara pendapatan usaha mengalami kenaikan sebesar 3.1% dari Rp1.666,0 miliar menjadi Rp1.718,3 miliar.

Namun di sisi lain, laba bersih semester pertama 2010 Bakrie Telecom mengalami penurunan menjadi Rp2,7 miliar dibanding Rp72,8 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban keuangan sebesar 95,3% menjadi Rp 206,3 miliar dibanding Rp 105,6 miliar pada semester pertama 2009.

Lonjakan ini sejalan dengan penerbitan obligasi global senilai US$ 250 juta di kuartal kedua 2010, yang mana dananya digunakan untuk pembiayaan kembali hutang sindikasi dan belanja modal untuk layanan internet broadband wireless access.


Indo Tambangraya Bagi Dividen Rp795 Per Saham

Indo Tambangraya Bagi Dividen Rp795 Per Saham
(ANTARA News) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berencana membagikan dividen tunai interim tahun buku 2010 sebesar Rp795 per lembar saham.

Direktur ITMG Edward Manurung dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin menyebutkan, jadwal pembagian dividen interim untuk cum dividen (periode yang berhak mendapat dividen) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 September 2010.

Sementara untuk ex dividen (periode yang tidak berhak mendapat dividen) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 September 2010.

Sedangkan untuk cum dividen di pasar tunai pada 1 Oktober 2010, ex dividen di pasar tunai pada 4 Oktober 2010, dan pembayaran dividen interim pada 15 Oktober 2010.

Dia menyampaikan, tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen (recording date) dijadwalkan pada 1 oktober 2010.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi berbasis batubara, yang didirikan pada 2 September 1987.

Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 18 Desember 2007, dengan kode perdagangan ITMG. Perseroan dikenal sebagai produsen batubara termal dan cukup agresif melakukan akuisisi.

Monday, 30 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG:
wait and see: ihsg masih akan terkoreksi ke level 3090..
tunggu buy di sesi 2..


ADRO:
buy 1950..
adro good look saham.. adro masih kemungkinan koreksi sedikit di 1950.. dan akan kembali rebound ke harga 2050 ... kemudian ke 2150...

INDF:
indf kemungkinan koreksi ke harga 4400.. namun indf masih akan menuju 4750
indf wait and see..

masukan bpk redy:

BBKP apakah masih bisa naik???
BBKP secara jangka panjang masih akan ke 740 - 760..
namun secara volume saham ini tidak di dukung... pergerakan saham ini masih sideway..
hanya datar2 saja di harga 690 - 720.

BERITA ETRADING

• Market Prediction

Pada hari jumat IHSG ditutup melemah 40 point (‐1.28%), hal ini dikarenakan market melakukan profit taking sambil menunggu laporan GDP amerika yang akan berpengaruh dalam perdagangan1 minggu ini dan jika kita lihat pada hari jumat asing melakukan net sell sebesar 294 milliar, dan dari chart jikat kita lihat IHSG tutup dikisaran support di level 3100an, pada hari ini IHSG akan berada dalam kisaran 3067 – 3150 dengan saham‐ saham yang dapat diperhatikan INDF, BUMI, CPIN dan GGRM.

• News & Analysis
PTBA : Rating turun, saham BLTA ikut turun

BBKP : Akuisisi Bukopin selesai tahun ini

ADRO : Adaro Incar Produksi Batubara 48 Juta Ton di 2011

• Economic & Strategy

BI Terapkan Basel III Tahun 2018


• Chart in Focus

GGRM (Trading Buy)
GZCO (Trading Buy)
TURI (Trading Buy)
PGAS (Spec Buy)


News & Analysis

PTBA:
Rating turun, saham BLTA ikut turun Perdagangan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada hari ini tidak bergairah. Bahkan, harga saham perusahaan perkapalan ini melemah akibat penurunan rating perusahaan. Standard & Poor's Rating Serivices (S&P) telah menurunkan peringkat obligasi BLTA dari level B ke level B‐ dengan prospek peringkat berimplikasi negatif karena ruang kovenan yang menyempit. S&P juga menurunkan peringkat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) perusahaan perkapalan itu juga dikoreksi ke level CCC dari level CCC+. diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV. Comment: Penuruan rating obligasi BLTA terkait dengan kinerja dan rasio‐rasio keuangan BLTA yang mendekati batas kovenan yang tertera pada perjanjian obligasi BLTA. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap resiko gagal bayar atas obligasi‐obligasi tersebut. Kami melihat bahwa BLTA hendaknya mengambil strategi untuk memingkatkan performancenya terutama dalam memenuhi kewajiban yang kan jatuh tempo antara lain obligasi senilai USPTBA: Rating turun, saham BLTA ikut turun Perdagangan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada hari ini tidak bergairah. Bahkan, harga saham perusahaan perkapalan ini melemah akibat penurunan rating perusahaan. Standard & Poor's Rating Serivices (S&P) telah menurunkan peringkat obligasi BLTA dari level B ke level B‐ dengan prospek peringkat berimplikasi negatif karena ruang kovenan yang menyempit. S&P juga menurunkan peringkat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) perusahaan perkapalan itu juga dikoreksi ke level CCC dari level CCC+. diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV. Comment: Penuruan rating obligasi BLTA terkait dengan kinerja dan rasio‐rasio keuangan BLTA yang mendekati batas kovenan yang tertera pada perjanjian obligasi BLTA. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap resiko gagal bayar atas obligasi‐obligasi tersebut. Kami melihat bahwa BLTA hendaknya mengambil strategi untuk memingkatkan performancenya terutama dalam memenuhi kewajiban yang kan jatuh tempo antara lain obligasi senilai US$ 400 juta yang akan jatuh tempo pada 2014 dan US$ 125 juta obligasi tukar alias convertible bond yang jatuh tempo pada 2012 yang diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.
nbsp;400 juta yang akan jatuh tempo pada 2014 dan USPTBA: Rating turun, saham BLTA ikut turun Perdagangan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada hari ini tidak bergairah. Bahkan, harga saham perusahaan perkapalan ini melemah akibat penurunan rating perusahaan. Standard & Poor's Rating Serivices (S&P) telah menurunkan peringkat obligasi BLTA dari level B ke level B‐ dengan prospek peringkat berimplikasi negatif karena ruang kovenan yang menyempit. S&P juga menurunkan peringkat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) perusahaan perkapalan itu juga dikoreksi ke level CCC dari level CCC+. diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV. Comment: Penuruan rating obligasi BLTA terkait dengan kinerja dan rasio‐rasio keuangan BLTA yang mendekati batas kovenan yang tertera pada perjanjian obligasi BLTA. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap resiko gagal bayar atas obligasi‐obligasi tersebut. Kami melihat bahwa BLTA hendaknya mengambil strategi untuk memingkatkan performancenya terutama dalam memenuhi kewajiban yang kan jatuh tempo antara lain obligasi senilai US$ 400 juta yang akan jatuh tempo pada 2014 dan US$ 125 juta obligasi tukar alias convertible bond yang jatuh tempo pada 2012 yang diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.
nbsp;125 juta obligasi tukar alias convertible bond yang jatuh tempo pada 2012 yang diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.


BBKP:
Akuisisi Bukopin selesai tahun ini Kementerian BUMN menargetkan eksekusi pengambilalihan PT Bank Bukopin Tbk oleh salah satu dri dua perusahaan BUMN dapat selesai pada akhir tahun ini. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan akhir tahun ini salah satu dari dua perusahaan BUMN dapat muncul menjadi pemilik saham Bank Bukopi. Menurut dia, sejauh ini PT Jamsostek (Persero) terlihat lebih siap untuk mengakuisisi Bank Bukopin. Meski demikian, pihaknya belum memutuskan dan masih mempersilahkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Jamsostek untuk beradu konsep terbaik untuk mengambil alih Bank Bukopin. Comments: berita akusisi ini akan membuat kenaikan harga BBKP karena market berharap investor yang akan masuk akan membeli di harga premum dan jika kita lihat pada saat berita BBRI akan mengakusisi AGRO, AGRO juga terlihat mengalami penguatan sebesar 100% dari 113 menjadi 230, dan pada saat ini market sedang berharap kejadian serupa akan terjadi di bank BBKP, dan jika kita lihat dengan menggunakan book value pada tahun 2009 yang sebesar 457 dan BBRI atau Jamsostek akan membeli di hara 2 ‐2.5x (asumsi) dari PBV maka perkiraan akan berkisar di harga 900.


ADRO: Adaro Incar Produksi Batubara 48 Juta Ton di 2011


Comment : Hal ini dapat menjadi sentiment positive bagi perusahaan karena dengan penambahan produksi ini berarti akan menambah revenue prusahaan, selain tentu saja akan menaikkan market share perusahaan.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan volume produksi batubara pada tahun 2011 mencapai 48 juta ton. Angka ini lebih tinggi dari target di akhir tahun 2010 yang hanya sebesar 45 juta ton.

Menurut Presiden Direktur ADRO Boy Garibaldi Thohir perseroan optimis ekonomi Indonesia akan terus tumbuh, khususnya akan peningkatan produksi batubara perseroan. Meskipun demikian, target yang diusung ADRO tidak muluk‐muluk, atau naik 2‐3 juta ton di tahun depan.

BERITA GLOBAL

Sentimen Memburuk, Cermati BUMI!


Jakarta - Saham BUMI, Senin (30/8) diprediksi melemah seiring berakhirnya tren ‘bullish’ market. Kenaikan harga batubara ke level US$91 per metrik ton tak berpengaruh banyak. ‘Wait and see’ saja!

Pengamat pasar modal, Satrio Utomo mengatakan, potensi pelemahan saham PT Bumi Resources () awal pekan ini lebih karena negatifnya sentimen market. Sebab, tren ‘bullish’ IHSG saat ini sudah berakhir.

Hal ini, lanjut Satrio, salah satunya dipicu oleh pelaku pasar yang saat ini sudah mencermati inflasi Agustus 2010. Angkanya, diperkirakan masih tinggi sehingga jadi sentimen negatif bagi market.

BUMI akan mengarah ke level support Rp1.500 dan Rp1.750 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (29/8).

Pada perdagangan Jumat (27/8), saham BUMI ditutup melemah Rp90 (5,05%) jadi Rp1.690 per saham dibandingkan sebelumnya di level Rp1.780. Harga tertingginya mencapai Rp1.760 dan terendahnya Rp1.650. Sedangkan volume transaksi mencapai 372,4 juta unit saham senilai Rp632,6 miliar dan frekuensi 8.052 kali.

Lebih jauh, Satrio mengatakan, berdasarkan konsensus, inflasi Agustus ini di level 1%. Menurutnya, inflasi jadi faktor utama yang memicu investor untuk profit taking termasuk di saham BUMI. “Pasar merespon negatif inflasi tinggi karena bisa mendorong asumsi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate),” ujarnya.

Tertekannya indeks pekan ini, menurut Satrio, juga karena faktor pelaku pasar yang saat ini sudah kembali ke realitas. Sebab, bursa regional berada dalam tren turun. “Saya mengkhawatirkan, indeks Dow Jones dalam jangka pendek bisa melemah ke level 8.500,” timpalnya.

Sementara itu, kenaikan harga batubara di Newcastle ke level US$91 per metrik ton dari sebelumnya US$87, tidak akan berpengaruh banyak pada tren koreksi indeks saat ini. Tak terkecuali di saham BUMI. “Saya kira, pengaruhnya tidak akan banyak. Sebab, regionalnya pun sedang dalam kondisi profit taking,” tambah Satrio.

Dia menjelaskan, bursa regional, mendapat sentimen negatif dari angka pertumbuhan ekonomi AS, yang diumumkan Jumat (27/8) pekan lalu. Orang sudah berekspektasi, AS akan terjebak pada resesi gelombang kedua (double dip). “Karena itu, laju perekonomian AS ke depannya akan melambat,” ungkap Satrio.

Akibatnya, bursa Dow Jones terkoreksi sehingga berimbas negatif ke bursa Asia termasuk IHSG. Indeks domestik pun sudah saatnya terkoreksi. “Indeks Hang Seng saja, untuk koreksi hingga 1.000 poin atau 5% merupakan hal yang sangat gampang,” tuturnya.

Pada prinsipnya, ia menyarankan investor untuk keluar telebih dahulu dari semua saham termasuk saham PT Bumi Resources. Sebab, tren koreksi indeks agak panjang. “Kalaupun mau masuk, di saham BUMI, pasar harus menunggu indeks di bawah 3.000,” ucapnya.

Apalagi, Satrio menegaskan, BUMI mendapat tekanan dari simpangsiurnya aksi korporasi dari grup Bakrie. “Apalagi kenaikan batubara saat ini tidak jadi trigger bagi saham sejuta umat ini,” tambah Satrio.

Di sisi lain, dari sisi perseroan, BUMI belum memiliki aksi korporasi baru, kecuali saham tamban lainnya, PT Bukit Asam (PTBA). “Itu pun, pengaruhnya ke saham-saham di sektor ini sudah berkurang dan di pekan ini sudah kembali netral,” timpal Satrio.

Di atas semua itu, Satro memperkirakan, saham BUMI berpeluang mengarah ke levesupport Rp1.300 per saham jika level Rp1.500 berhasil ditembus ke bawah. Ia menyarankan, investor wait and see di saham BUMI.

“Kalau masih bisa merealisasikan keuntungan lebih baik melakukannya. Kalau BUMI berada di bawah Rp1.500 per saham baru bisa beli lagi,”


Analis: Waspada dan jangan tergoda saham Grup Bakrie

Saham-saham Grup Bakrie mulai bangkit dari titik terendahnya sepanjang 2010. Sebelumnya, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatat rekor pada 19 Agustus, lima dari tujuh saham berjuluk Seven Brothers justru terkapar. Padahal, saham-saham Bakrie sebelumnya dikenal bisa menentukan arah IHSG.

Kelima saham yang sempat menyentuh harga termurah itu adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan Energi Mega Persada (ENRG).

Harga saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) bahkan sudah sekitar sebulan terbenam di harga Rp 50. Pada Kamis, (26/8) saham BNBR sempat terangkat ke level Rp 52 per saham, namun akhirnya kembali karam ke Rp 50 keesokan harinya. Padahal, induk usaha grup Bakrie ini pernah dihargai Rp 718 per saham pada 15 Februari 2008.

Saham Bakrie Telecom (BTEL) terakhir (27/8) diperdagangkan di Rp 150 per saham. Angka ini anjlok dari rekor harga tertinggi di Rp 407 per saham pada 4 Januari 2008. Artinya, harga BTEL sudah terpangkas 63,14%.

Terakhir, Jumat (27/8) lalu, harga saham ENRG berada di Rp 93 atau terperosok 93,42% dari rekor harga tertingginya pada 9 Januari 2008 di Rp 1.415 per saham.
Kapitalisasi pasar dari ketujuh saham ini mencapai Rp 55,05 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari BUMI, yaitu sebesar Rp 32,79 triliun.

Cuma jangka pendek

Kepala Riset Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana mengatakan, meski harga saham grup Bakrie sudah diskon gede-gedean, investor sebaiknya tak cepat tergoda untuk memborong mereka. "Masih ada ratusan alternatif pilihan saham selain Seven Brothers," sarannya.

Ia menasehati agar investor mendalami laporan keuangan grup ini. "Jangan cepat takjub. Cermati, siapa auditor laporan keuangannya," jelas Adrian.
Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang melihat, sebetulnya pergerakan Seven Brothers hanya terpaku pada saham BUMI. "Jika BUMI naik, biasanya menular pada saham lainnya," ujarnya.

Edwin juga menyentil BUMI yang belum memberikan kejelasan langkah untuk menyelesaikan utang jangka pendeknya senilai US$ 965 juta. Padahal, emiten ini hanya memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 56 juta.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo bilang, saham Bakrie hanya layak dibeli untuk jangka pendek, sementara untuk jangka panjang investor diminta menjauh. "Manajemennya terlalu rajin menggelar rights issue,"



Indofood CBP kian mantap melantai di BEI

JAKARTA. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dalam prospektus awal initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdananya, memastikan bakal melepas 20% atau sekitar 1,16 miliar sahamnya ke publik.

Saham perdana itu akan ditawarkan pada 28-30 September 2010. Bila tak meleset, sahamnya akan mulai ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Oktober nanti.

Masih menurut uraian dalam prospektus tersebut, ICPB akan memakai sekitar 70%-80% hasil penerbitan saham perdana untuk melunasi utang, terutama kepada pemegang saham. Di kuartal I-2010, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini mendapat pinjaman senilai Rp 4,11 triliun dari pemegang sahamnya.
Nah, sisa dana IPO, sekitar 20%-30%, akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

ICBP menaungi bisnis mi instan, produk berbahan susu (dairy), bumbu, penyedap makanan, nutrisi, dan makanan khusus. Per Maret 2010, asetnya mencapai Rp 10,63 triliun atau setara 25,65% dari total aset INDF yang mencapai Rp 41,44 triliun.

Adapun penjualannya per Maret 2010 mencapai Rp 4,33 triliun atau sekitar 46,56% dari total penjualan INDF sebesar Rp 9,30 triliun. Di semester I lalu, kontribusinya meningkat menjadi Rp 8,51 triliun atau 47% dari penjualan INDF.

Laba bersih ICBP juga terus mendaki. Di 2008, laba bersihnya mencapai Rp 339,06 miliar, naik 506,98% daripada 2007 sebesar Rp 55,86 miliar. Tahun lalu, laba bersihnya kembali meroket Rp 736,94 miliar atau 217,35% menjadi hampir Rp 1,08 triliun. Hingga kuartal I-2010, ICBP telah mengantongi laba Rp 368,06 miliar.

ICBP telah menunjuk Kim Eng Securities, Credit Suisse Securities Indonesia, Deutsche Securities Indonesia, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi IPO. Menurut seorang direktur di salah satu sekuritas itu, target dana IPO ICBC mencapai US$ 400 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun (US$ 1 = Rp 9.000).

Bila target itu benar, dan mengacu jumlah saham yang dilepas sebanyak 1,16 miliar saham, maka harga IPO perusahaan ini kemungkinan berkisar di Rp 2.500 per saham.

Analis Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti memperkirakan, saham ICBP bakal diminati investor. Apalagi, setelah IPO ini utang perusahaan akan menciut. Sementara bisnisnya bakal semakin solid. "Bisnis ICBP sudah jadi, ini yang menarik," katanya.

Ia bilang, tahun ini bisnis ICBP akan seirima dengan kinerja INDF. Ghifar menaksir, penjualannya hanya akan tumbuh sekitar 5%.


Jangka menengah, tren harga emas masih mendaki

JAKARTA. Seiring menguatnya kekhawatiran terhadap masa depan suram pemulihan ekonomi global, telah menaikkan 0,74% harga emas sepekan lalu. Hingga Jumat (27/8), si kuning bertengger di US$ 1.237,9 per ons troi, naik dari akhir pekan sebelumnya (20/8) di US$ 1.228,8 per ons troi. Tapi, di pertengahan pekan, harga emas sempat bertengger di harga tertingginya dalam delapan minggu terakhir, yakni di US$ 1.241,3 per ons troi.

Kebangkitan harga emas dipicu pelemahan angka penjualan rumah Amerika Serikat (AS) dan melambatnya pertumbuhan ekspor Jepang. Di akhir pekan sedikit turun karena sentimen pasar membaik setelah Gubernur The Fed Ben S. Bernanke menenangkan kecemasan pasar atas prospek pemulihan ekonomi.

Konsumsi meningkat

Tren kenaikan harga emas diprediksi berlanjut untuk jangka menengah. Goldman Sachs Group Inc meramalkan, harga emas dapat mencapai US$ 1.300 dalam enam bulan ke depan. Pemicunya, impor India diperkirakan melebihi tahun 2009 dengan adanya festival di negara pengonsumsi emas terbesar dunia itu.

Anjani Sinha, Chief Executive Officer (CEO) Bursa Perdagangan Emas Fisik di Goa, India, seperti dikutip Bloomberg (28/8), menyebut, pembelian total emas tahun ini mungkin mencapai 600-625 ton. Tahun lalu jumlah pembeliannya 480-485 ton.

World Gold Council menyebut, permintaan dari India pada semester I mencapai 348 ton, dibandingkan 559 ton di sepanjang tahun lalu."Permin-taan pada semester II setidaknya 25% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, karena memasuki musim festival," ujar Sinha.

Faktor risk aversion (penghindaran risiko) juga berpotensi mengangkat harga emas. Rujan Panjwani dari Edelweiss Modal Ltd, melihat ada peningkatan permintaan yang signifikan karena keraguan krisis ekonomi global berakhir. "Ketidakpastian ekonomi membuat emas terus menjadi pilihan berinvestasi. Apalagi suku bunga mayoritas sudah mendekati nol," ujar Panjwani kepada Bloomberg.

Ibrahim dari Askap Futures memprediksi, pekan ini harga emas berpotensi naik lagi. Selain faktor India, revisi penurunan pertumbuhan ekonomi AS akan menyisakan kecemasan pasar. Dia meramal, si kuning akan bergulir di kisaran US$ 1.250-US$ 1.260 per ons troi.

Sebaliknya, Analis Indosukses Futures Herry Setyawan menebak, sepekan ini, emas akan cenderung melemah.

Thursday, 26 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG.. Kemana arah ihsg hari ini?????
ihsg dari kemaren mengalami kenaikan 2 hari berturut2x... wow...
ada pertanyaan apakah hari ini bisa buy....
hemm... tunggu dulu saham hari kemaren mengalami kenaikan yang cukup signifikan.. kemungkinan untuk mengalami kenaikan lagi kecil walaupun regional sedang bagus sekali hari ini..
secara teknikal saya masih memprediksi ihsg turun namun target turun kemaren adalah 3085 sekarang menjadi 3100... tunggu jngan tergesa2x untuk trading


INDF.. BUY 4200 -4250
indf 2 hari ini mencoba menembus 4375... namun di tutup 4350..
ini adalah awal yang bagus untuk indf.. karena apabila dapat menembus 4375 indf akan menuju ke level 4600... buy apabila sudah berada di harga 4200 -4250...

tanggapan untuk rekomendasi saham CPIN, DOID, MEDC dan BRPT.

cpin:
cpin saham ini masih mememiliki target di harga 6100 namun jng buy di harga sekarang tunggu saham cpin di harga 5600..

DOID: saham doid untuk saat jangan koleksi dahulu.. karena hari prediksi saya doid akan mengalami koreksi lumayan signifikan.. di karenakan sudah over bought... tunggu doid BUY di harga 820 -840 .. namun target doid akan ke 950..

MEDC: hindari saham ini.. saham ini masih akan mengalami penurunan ke harga bawah sekitar harga 2950.. jng buy dulu..

BRPT: masih akan mengalami kenaikan di harga 1100.. namun saham ini masih akan ada koreksi sedikit di 1070.. target harga bbtn adalah 1150 - 1200.




NEWS SAHAM PUBLIC

Inilah Saham Pilihan Hari Ini


Jakarta - IHSG diperkirakan masih tetap berada di atas level 3.100 kalau terjadi koreksi. Apalagi saham BUMI rebound lagi sehingga membuka peluang bermain di saham lapis kedua. Saham pilihan CPIN, DOID, MEDC dan BRPT.

Demikian dikutup dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko kemarin. "Walaupun didera profit taking, IHSG masih bisa tutup di atas level support psikologis 3.100. Dengan kembalinya rebound BUMI, membuka peluang beberapa pilihan menarik di saham lapis kedua sebagai alternatif untuk trading secara teknikal," katanya.

Perdagangan kemarin ditutup naik 23,97 poin (0,77%) ke level 3.138. Volume perdagangan mencapai 7,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun. Hari ini indeks akan bergerak di level support 3.100-3.070-3.050 dan resisten di 3.150-3.200.

Saham pilihan Charoen Pokphan (CPIN) yang optimisme pasar tentang laba 2010 dapat lebih tinggi dari tahun lalu. Sebab perusahaan menuai untung dari permintaan pajak ternak jenis jagung dan kacang kedela yang masih tinggi dapat mempertahankan tren naik di CPIN yang masuk kuat. Walaupun masih terimbas keadaan sehingga mendorong posisi jenuh beli untuk jangka pendek.

Saham CPIN direkomendasikan beli dengan target harga di 6.400 dari penutupan kemarin di 5.800. Strategi masuk pertama di 5.700 dan kedua di 5.450 dengan cut loss di 5.250.

Saham Delta Dunia (DOID) yang telah menerima kedatangan alat berat baru dari Komatsu dan Caterpilar yang dapat membuat DOID mempertahankan target produksi batubara hingga akhir tahun. Apalagi curah hujan diperkirakan mulai menurun membuat investor kembali akumulasi saham ini. Walaupun menurut analis fundamental metode perhitungan direct casflow diperdagangakan di atas level Rp1.000.

Saham DOID disarankan beli dengan target harga di 990 dari penutupan kemarin di 870. Strategi masuk pertama di 850 dan kedua di 8.300 dengan cut loss 800.

Saham Medco Energi International (MEDC) dengan kapitalisasi dan profitabilitas seperti return on equity dan net profit margin tertinggi di sektor perminyakan dan gas dapat mengangkat MEDC keluar dari keadaan jenuh jual untuk retrace kembali ke atas.

Saham MEDC disarankan beli dengan target harga di 3.500 dari penutupan kemarin di 3.225. Strategi masuk pertama 3.200 dan kedua di 3.100 dengan cut loss di 3.000.

Saham Barito Pacific Timber (BRPT) dengan optimisme pasar akan margin operasional dan laba dapat mengalami perbaikan signifikan di semester II dibandingkan semester I. Hal ini dapat menarik minat akumulasi untuk meneruskan trend positif terutama karena stochastic indicator sudah di atas neutral 50 line. Jadi masih ada ruang lebih ke atas sebelum menjadi jenuh beli.

Saham BRPT disarankan beli dengan target harga di 1.250 dari penutupan kemarin di 1.090. Strategi masuk pertama di 1.080 dan kedua di 1.030 dengan cut loss di 980.


Ada Potensi di Lapis Kedua & Bakrie


Jakarta – Meski rawan koreksi, pelemahan IHSG Kamis (26/8) akan tertahan. Masih ada peluang penguatan saham yang lagging, seperti lapis kedua dan grup Bakrie.

Analis riset Lautandhana Sekurindo Muhammad Sugiarto mengatakan, IHSG saat ini sudah jenuh beli dan rawan koreksi. Namun, pelemahan diperkirakan tidak akan terjadi pada pekan ini. "Terutama karena masih ada kesempatan switching ke saham lain yang masih lagging," katanya kepada INILAH.COM.

Koreksi bursa juga tertahan nilai tukar rupiah, yang terus menguat atas dolar AS dan belum memperlihatkan pelemahan daya beli. Ini berarti, meskipun IHSG sudah sangat tinggi, rupiah akan terus menguat selama masih ada pembelian dari investor. “Koreksi bursa yang dalam pun akan tertahan,” ujarnya.

Beberapa saham yang masih lagging berasal dari saham lapis dua dan saham grup Bakrie, seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland Development (ELTY) dan PT Energi Mega Persada (ENRG). Emiten–emiten ini masih menyisakan peluang upside yang cukup tinggi setelah terkoreksi ketika IHSG tembus level 3.100.

Namun, pergerakan aktif saham Bakrie beberapa hari terakhir, membuka peluang profit taking di saham ini. ”Alhasil, kalau ada kempatan naik dan mulai terjadi aksi ambil untung, sebaiknya gunakan untuk SoS (sell on strength).“

Dia menambahkan, adanya profit taking akan membuka kesempatan beli di saham-saham big cap, seperti PT Astra International (ASII), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT TB Bukit Asam (PTBA). Menurutnya, saham-saham ini sedang dalam periode konsolidasi dan menunggu peluang beli. “Mereka menantikan koreksi dalam yang membuka peluang akumulasi,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (25/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,97 poin (0,77%) ke level 3.138. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai. Volume transaksi mencapai 7,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,5 triliun.

Sebanyak 135 saham naik, 53 saham masih turun dan 97 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foregin buy) sebesar Rp79 miliar. Nilai transaksi beli mendominasi mencapai Rp949 miliar dan nilai transaksi jual mencapai Rp869 miliar. [

BERITA GLOBAL..

Pelemahan di Wall Street Berakhir


New York - Pelemahan yang terjadi selama 4 hari berturut-turut di bursa Wall Street akhirnya berakhir. Indeks saham menguat setelah titik support tertembus sehingga memicu aksi beli.

Investor mendapatkan momentum untuk beli setelah indeks S&P 500 berbalik setelah sempat menyentuh level psikologis 1.040. Level tersebut biasanya digunakan investor untuk mengambil kesempatan beli.

Sehingga faktor teknikal lebih berperan ketimbang faktor data perekonomian yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Secara keseluruhan, ini masih tetap pasar yang berhati-hati. Sampai kami melihat paket data yang positif, pasar ini masih akan tetap rentan," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/8/2010).

Pada perdagangan Rabu (25/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 19,61 poin (0,20%) ke level 10.060,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 3,46 poin (0,33%) ke level 1.055,33 dan Nasdaq menguat 17,78 poin (0,84%) ke level 2.141,54.

Perdagangan berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,14 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
Telkom incar layanan korporasi tumbuh hingga 10% Oleh: Roni Yunianto
Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama PT Telkom Tbk, mengatakan divisi layanan korporasi saat ini sebagian besar dari badan usaha milik negara (BUMN).

JAKARTA: PT Telkom Tbk memproyeksikan pertumbuhan 5%- 10% dari layanan korporasi yang saat ini ditangani dengan dukungan lebih dari 650 corporate account manager.

"Kami memperkirakan ada single digit growth, atau pertumbuhan 5%-10% tahun ini, karena di korporasi biasanya pemakaian [layanan] naik tetapi dari sisi tarifnya kan turun,” ujarnya disela-sela penandatanganan MoU Telkomsel-6 BUMN malam ini.
Menurut Rinaldi, Telkom yang sudah bertransformasi menjadi perusahaan penyedia TIME, yaitu singkatan dari telekomunikasi, informasi, multimedia, dan edutainment, sehingga Telkom tidak hanya mengejar konektivitas meskipun bandwidth sudah diperbesar sampai terrabyte tetapi juga gabungan total solusi dan jaringan.

Dia menambahkan selama ini divisi enterprise memberikan kontribusi sebesar 40% untuk total pendapatan perseroan. Sementara itu dari sisi porsi usaha pemberi kontribusi utama, Telkom masih mengandalkan bisnis penyewaan infrastruktur jaringan, diikuti bisnis penjualan solusi bisnis dari anak usahanya, yaitu PT Telkomsel.


Menurut data Telkom, pendapatan grup pada semester I 2010 mencapai Rp39,87 triliun atau naik 5% dibandingkan periode yang sama 2009 yaitu Rp32,61 triliun.
Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel menambahkan layanan seperti mobile virtual private network (VPN), BlackBerry, kartu HALO corporate, dan koneksi general packet radio access (GPRS) untuk mesin anjungan tunai mandiri adalah bentuk-bentuk layanan yang diandalkan digunakan BUMN.


Saat ini, tutur Sarwoto, divisi Corporate Account Management (CAM) menyumbang 2% pendapatan keseluruhan Telkomsel. “Kami berharap dari sinergi BUMN, kontribusi pendapatan dapat lebih meningkat lagi,” tegasnya.

Telkomsel telah meraih pendapatan usaha sebesar Rp21,95 triliun selama semester I/2010 atau mencatat pertumbuhan sekitar 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat ini Telkomsel mengklaim mengelola sekitar 5.000 klien korproasi dengan total lebih dari 660.000 nomor kartuHalo yang didukung 34.000 base transceiver station (BTS) dan 6.000 node B.


Dibayangi Sentimen Negatif, Dow Bertahan di 10.000

New York - Perdagangan Rabu (25/8) masih dibayangi sentimen negatif, namun diakhir perdagangan Dow tetap bertahan di level 10.000.

AP melaporkan indeks Dow Jones sempat turun 102 poin pada awal perdagangan, dipicu data penjualan rumah yang anjlok untuk bulan Juli. Demikian pula dengan data pemesanan barang-barang manufaktur.

Namun, hal ini tidak berlangsung seharian. Pasalnya, para trader mulai berani keluar dari pasar obligasi dan kembali ke pasar saham.

Pola perdagangan cenderung volatile selama beberapa pekan terakhir ini, dibayangi oleh minimnya volume perdagangan seiring dengan adanya liburan musim panas.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik tipis yaitu 19,61 poin (0,2%) ke 10.060,06, indeks S&P 500 naik 3,46 poin (0,3%) ke 1.055,33, dan indeks Nasdaq naik 17,78 poin (0,8%) ke 2.141,54. [

BEI restrukturisasi lantai perdagangan saham

Oleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus lantai perdagangan (trading floor) yang selama ini menjadi lambang pergerakan bursa saham Indonesia.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Supandi mengatakan penghapusan itu bertujuan untuk mengefisienkan ruang lantai bursa yang sebagian besar tidak digunakan selama ini.

“Dari sekitar 444 kursi yang ada, kurang dari 30 kursi yang digunakan anggota bursa, karena pada dasarnya transaksi tidak perlu lewat floor lagi,” ujarnya kepada Bisnis pekan ini.

Dia mengatakan dalam waktu dekat restrukturisasi trading floor akan dilakukan dan akan menggantikannya dengan museum pasar modal, perluasan galeri, dan ruang simulasi perdagangan yang dapat diakses tamu-tamu dalam setiap kunjungan ke bursa.

Menurut dia, nantinya otoritas bursa dapat memanfaatkan ruang simulasi perdagangan untuk seremonial yang selama ini digelar di lantai bursa, misalnya untuk akhir dan awal tahun.

Dia menuturkan praktik tanpa lantai perdagangan (floorless) itu sudah dipraktikkan lebih dulu di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lain seperti Jepang. Sedangkan untuk menerapkan sistem perdagangan ganda seperti yang dilakukan di AS tidak memungkinkan karena membutuhkan anggaran yang besar.

Direktur Perdagangan dan Pengawasan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong menambahkan perdagangan yang dilakukan melalui trading floor oleh anggota bursa sudah tidak efisien.

“Bahkan, semua transaksi yang lewat floor harus diproses lagi di back office anggota bursa dulu sehingga prosesnya lama.”

Dia mengatakan saat ini terminal sekuritas di floor sekaligus digunakan sebagai terminal cadangan jika sistem perdagangan anggota bursa di kantornya terganggu, sehingga otoritas bursa masih memikirkan solusi bagi permasalahan pengganti terminal cadangan itu.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany belum mengetahui rencana itu secara mendetail.

Kordinator Komite Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja mengatakan salah satu hal yang diusulkan anggotanya terkait masalah floorless itu adalah masalah pengganti terminal cadangan yang menjadi fasilitas business continuity plan (BCP) itu.

“Kami harapkan nanti ada pemecahan masalah yang bisa dikomunikasikan dan menguntungkan bagi sekuritas.”

Dia mengakui hingga saat ini ada dua bagian dari anggota bursa yang berpendapat untuk mempertahankan floor atau menghapusnya sama sekali. Lily hanya berpendapat banyak hal yang bisa diambil untuk mengatasi kendala dari rencana itu, salah satunya adalah adanya mini floor bagi sekuritas.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto menyayangkan penutupan lantai bursa itu, tetapi tetap mendukung rencana itu demi efisiensi biaya yang harus dikeluarkan otoritas bursa. (faa)

Wednesday, 25 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG pelemah hari ini...
diliat dari transaksi perdagangan kemaren ihsg sudang tidak wajar.. atau terlallu tinggi jika kita ingin mengoleksi saham tunggu di 3095...
buy di harga terendah.. aman buy adalah hari senin.. saya sarankan jangan buy hari ini...

NO REKOMENDASI BUY....

JAWABAN NASABAH:
terima kasih untuk sms yang masuk dan ingin sahamnya di ulas di web ini...

Untuk ibu wati, bp achmad, ibu lieli ( trimegah )
LSIP:
untuk saham LSIP masih akan menguat ke 9650..
namun jika di lihat dari arah teknikal hariiannya.. saham ini kemunkinan close di harga 9400...
untuk saham lsip sendiri ada sinyal positif bahwa saham ini masih akan melanjutkan ke harga 9950 jika golden cross di harga 9700...


untuk bp erwin, bp felix
BUMI , INCO, PGAS..
BUMI:
saham bumi masih akan meneruskan penguatan.. namun jika diliahat dari teknkal hari ini..
bumi masih akan koreksi ke 1630 dan pembalikkan arah ke harga 1700...
jng pernah menyimpan terlalu lama saham ini.. dan apabila saham ini turun mencapai 1610 tinggalkan dulu jangan buy...

INCO
saham inco masih akan meneruskan penurunan ke 4200.. jng buy saham ini.. karena dari analisa saham ini bisa di bawa ke harga 4100.. namun saham ini masih akan bergerak lambat ke target harga 4600..

PGAS
saham pgas hari ini akan mengalami penguatan dengan target hari ini atau sell di harga 4075 - 4100..
namun waspadai saham ini karena untuk kedepan saham ini masih akan di bayangi penurunan harga saham tetapi tidak begitu signifikan.. penurunan PGAS di kisaran 3950.. bagus untuk buy di harga 3850 -3950..

BERITA SEPUTAR BIG CAP

Big Cap Terbatas, Cermati Lapis Dua



Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (25/8) diperkirakan konsolidasi. Tingginya valuasi bursa, membuat peluang di saham big cap terbatas. Investor pun disarankan mencermati saham lapis dua.

Chandra Wijanarka dari eTrading Securities memprediksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan melanjutkan pelemahan. Kalaupun ada penguatan, hanya sporadis, tidak permanen. “Indeks akan bergerak di kisaran 3.100-3.160,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pergerakan bursa saat ini didominasi saham lapis dua, sehingga indeks ada potensi koreksi. Adapun peralihan investor ini menunjukkan bahwa IHSG sudah dalam posisi tertinggi dan saham unggulannya konsolidasi.

Chandra menuturkan, sebenarnya masih ada pendorong penguatan IHSG dari efek PT Bumi Resources (BUMI). Namun, emiten ini sudah tertekan, seiring terkoreksinya bursa. Alhasil, pergerakan BUMI pun terhenti.

Selain itu, imbuhnya, peralihan penggerak bursa ke saham lapis dua, menyebabkan saham unggulan harus menyesuaikan harga lagi. Hal ini seharusnya membuka peluang beli di harga rendah untuk beberapa saham Big Cap. “Namun saya belum melihat adanya potensi itu,” katanya.

Di tengah keterbatasan saham unggulan, PT Astra International (ASII) menjadi satu-satunya saham yang potensi kenaikannya sudah terbuka. “Emiten otomotif ini sudah menembus pola sideways dan cenderung turun. Sehingga investor bisa BoW (buy on weakness) ASII,” paparnya.

Chandra mengatakan, mengingat harga saham unggulan yang terlalu tinggi, investor bisa bermain di saham lapis kedua. Namun, pelaku pasar sebaiknya berhati-hati karena saham sektor ini pun sangat tinggi spekulasinya.

Salah satu saham lapis dua pilihannya adalah PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA). Selain didukung fundamental yang kokoh, saham ini juga menarik karena punya diversifikasi bisnis yang kuat. “Terutama karena bisnis sampingannya ini menyumbang pemasukan yang cukup besar ke perusahaan, bahkan lebih dari 75% total pendapatan KIJA,” katanya.

Kinerja KIJA akan semakin kinclong dengan rampungnya mega proyek pembangkit listrik (powerplant) berkapasitas 130 megawatt (MW) yang dibangun di kawasan propertinya di Cikarang, Jawa Barat. “KIJA pun akan segera mendapatkan pendanaan dari utang sindikasi untuk proyek tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pasokan energi dari powerplant KIJA itu akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga jual saat ini US$8,5 sen per kilo watt hour (kwh). Dari dua proyek listrik ini, KIJA bisa memperoleh pendapatan cukup besar. “Belum lagi pendapayan dari core aset-nya di sektor properti,” ucapnya.

Saham lapis dua lain yang direkomendasikan Chandra adalah PT Barito Pacific (BRPT). Selain karena ada tren pembalikan yang cukup kuat, BRPT termasuk pemain terbesar polietilen di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. “Emiten ini tidak ada pesaing dan sektornya kokoh,” pungkasnya.

Pada perdagangan Selasa (24/8), IHSG ditutup turun 13,795 poin (0,44%) ke level 3.114,939. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 5,508 miliar lembar saham, senilai Rp4,036 triliun dan frekuensi mencapai 137.240 kali.

Sebanyak 82 saham naik, 127 saham turun dan 87 saham stagnan. Kendati melemah, asing masih melakukan aksi beli, dengan nilai transaksi beli bersih mencapai Rp78 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli asing sebesar Rp836 miliar dan transaksi jual mencapai Rp757 miliar.

INFORMASI IHSG

IHSG Dikepung Pelemahan Global



Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup terkoreksi tipis mengikuti trend pelemahan bursa-bursa regional.

Pada perdagangan Selasa (24/8/2010), IHSG ditutup melemah 13,795 poin (0,44%) ke level 3.114,939. Indeks LQ45 juga melemah 3,212 poin (0,54%) ke level 590,782.

Pelemahan IHSG tampaknya akan berlanjut hingga perdagangan Rabu (25/8/2010). Melemahnya bursa-bursa utama dunia akan membuat investor untuk sementara memilih melepas portofolionya.

Sementara bursa Wall Street tadi malam melemah ke titik terendahnya dalam 7 pekan terakhir, akibat anjloknya penjualan rumah. Hal itu semakin memicu kekhawatiran investor seputar pemulihan ekonomi yang tak kunjung tuntas.

Pada perdagangan Selasa (24/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 133,96 poin (1,32%) ke level 10.040,45. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 15,49 poin (1,45%) ke level 1.051,87 dan Nasdaq melemah 35,87 poi (1,66%) ke level 2.123,76.

Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan Kamis dengan melemah bahkan Indeks Nikkei terpuruk di bawah level psikologis 9.000. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 90,70 poin (1,01%) ke level 8.904,44.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Melemahnya bursa Eropa mendorong terjadinya profit taking pada IHSG kemarin setelah dalam 4 hari berturut-turut sebelumnya IHSG mengalami kenaikan.Kami memperkirakan hari ini indeks akan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Meski demikian masih ada peluang untuk trading pada saham second dan third liner. Kisaran support-resistance hari ini 3.084-3.129.


eTrading Securities:


Pada hari selasa IHSG ditutup melemah 13 point (-0.44%) setelah sempat menguat hingga mencapai titik tertinggi di level 3145 dan pada saat ini IHSG membentuk pola spinning tops dan memerlukan konfirmasi pada hari ini, dari Stochastic pada hari selasa telah melakukan deathcross dan dari RSI telah berada di area overbought sehingga rentan terhadap profit taking, pada hari selasa asing melakukan net buy sebesar 73 milliar. Sehingga IHSG berada dalam kisaran 3096 – 3167 dengan saham yang dapat diperhatikan seperti KIJA, BRPT dan indofood.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup melemah 13.80 point menjadi 3114.94 (-0.44%). Pelemahan bursa global setelah beberapa berita ekonomi di eropa dan amerika menunjukan penurunan membawa sentimen negatif bagi IHSG. Pelemahan saham-saham pertambangan menjadi salah satu penopang pelemahan indeks. Secara teknikal pergerakan indeks masih menguji level support 3096 dan cenderung bergerak sideways. Pergerakan indeks berkisar antara 3064-3145. Saham rekomendasi kami adalah INDF dan BBRI.

Tuesday, 24 August 2010

TRADER NEWS

IHSG akan terjadi profit taking
ihsg masih masih ber potensi ke harga 3200..
namun jika diliat hari ini akan terjadi profit taking sehingga akan ada pembalikkan ihsg di sekitar 3090 - 3100...

BUMI > kemaren di tutup menguat ke 1670.. saham bumi menjadi top saham kemaren dengan teknikal mengalami golden cross.. di harga 1640.. target sementara adalah ke 1710.. namun jika dilihat regional yang mangelami penurunn. sacara tidak langsung akan mengalami penurunan harga.. prediksi hari ini bumi turun di harga terendah di 1600 - 1640..

tidak ada rekomendasi BUY..
dikarenakan secara teknikal IHSG akan mengalami koreksi...
pantau duhulu IHSG dan penurunan harga pada saat ini..

SMS: 0817452445 ( sebelum anda mengambil keputusan hari ini sms kan saham apa yang ingin anda beli dan saya akan membantu anda )


BERITA SEPUTAR SAHAM

Profit Taking', IHSG Diuji di 3.114-3.136

INILAH.COM, Jakarta - Berpotensi profit taking, pergerakan indeks Selasa (24/8) ini diperkirakan akan berada di kisaran 3.114-3.136.

Penguatan IHSG yang berlanjut kemarin, kembali berhasil mencapai rekor harga tertingginya meskipun sepanjang sesi memiliki pergerakan yang cenderung mix, akibat dari berimbangnya minat beli

dan tekanan jual dari pelaku pasar.

Dengan bergerak mendekati level 123,6%

retracement sebagai resistance-nya, potensi penguatan mulai terbatas. Patut diwaspadai akan adanya aksi profit taking dari pelaku pasar, mengingat Stochastic yang berada di area overbought mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah. "Pergerakan indeks untuk hari ini diperkirakan akan berada di kisaran 3.114-3.136," ujar Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya hari ini.

Investor Timur Tengah Lirik Saham SRSN

INILAH.COM, Jakarta - Kabar kerjasama PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) dengan perusahaan Abudhabi akan dimanfaatkan bandar pasar modal untuk mengakumulasi saham tersebut hingga ke harga Rp200 dalam waktu dekat.

Kerjasama ini diberitakan terkait dengan pengembangan teknologi biotanol. Investor tersebut bahkan merencanakan untuk masuk ke jajaran manajemen Perseroan.

Pada perdagangan kemarin, saham SRSN ditutup menguat satu poin ke Rp66 per saham.

Berpotensi ke Rp300, Cermati Saham BPFI
!

INILAH.COM, Jakarta - Salah satu bank swasta nasional dikabarkan akan membeli saham PT Batavia Prosperindo Tbk (BPFI).

Kabar ini sudah terdengar di kalangan investor yang tengah bersiap mengakumulasi saham tersebut hingga ke harga Rp300 dalam waktu dekat. Selian itu rencana Perseroan untuk mengembangkan ekspansi kredit kendaraan bermotor dan perluasan jaringan ke seluruh Indonesia juga ikut memicu kenaikan harga saham.

Pada perdagangan kemarin, saham BPFI ditutup di harga Rp175 per saham.


BUMI Siap ‘Rally’ ke Level Rp2.000


INILAH.COM, Jakarta - Saham BUMI, Selasa (24/8) diprediksi melanjutkan ‘rally’ dua hari terakhir. Hingga akhir pekan, emiten sejuta umat ini akan kembali ke level Rp2.000. Rekomendasi ‘beli’.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, potensi kenaikan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini, salah satunya dipicu faktor technical rebound. Sebab, koreksi tajam saham BUMI dua hari lalu, ke level Rp1.290 merupakan yang terendah.

Di sisi lain, lanjut Irwan, secara grafik, saham BUMI juga menunjukkan pola technical rebound dan sudah membentuk victory shape (V-Shape). “Biasanya, indikator ini membawa BUMI ke level sebelum tertekan Rp1.700,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (23/8).

Menurutnya, level Rp1.700 bisa dicapai pagi ini dan penguatan berikutnya ke level Rp2.000 di akhir pekan. “Selasa (24/8) ini, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp1.710-1.780 dan Rp1.650 sebagai level support-nya,” ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat tajam Rp170 (11,33%) menjadi Rp1.670 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.500. Harga tertingginya mencapai Rp1.680 dan terendah Rp1.500. Volume transaksi mencapai 335,6 juta unit saham senilai Rp539,9 miliar dan frekuensi 10.825 kali.

Lebih jauh Irwan mengatakan, potensi penguatan saham BUMI juga dipicu oleh investor baru yang melakukan aksi bel. “Mereka memiliki rasa percaya diri (confident) setelah BUMI menembus level resistance psikologis di posisi Rp1.500,” paparnya.

Hal itu, lanjut Irwan, menandakan, penguatan BUMI saat ini sudah cukup kuat. BUMI saat ini sudah kembali balik arah (reversal) menguat dengan diiringi tingginya volume transaksi. “Level Rp1.650 sudah menjadi level support kuat baru,” timpalnya.

Rasa percaya diri investor asing juga tumbuh seiring ekspektasi akan ada berita bagus tentang emiten sejuta umat ini ke depan. Sebab, pola-pola permainan saham BUMI selalu begitu. Setiap kali jatuh tajam, rebound-nya sangat cepat. “Meskipun berita bagusnya belum diketahui sekarang,” ucapnya.

Tapi, Irwan menegaskan, pasar berekspektasi ada aksi korporasi ke depan yang positif dan signifikan. Sebab, saat ini merupakan momentum jelang akhir tahun. Biasanya, pada November, emiten-emiten atau perusahaan-perusahaan publik merilis busines plan. “Begitu juga dengan BUMI, untuk 2011,” tuturnya.

Itulah, menurut Irwan yang diekspektasikan positif oleh pasar. Akibatnya, BUMI berpeluang tembus ke level resistance kedua di level Rp1.780 hari ini. “Sebab, di sesi pembukaan saja, BUMI bisa menembus resistance pertamanya di level Rp1.710,” timpal Irwan.

Pada saat yang sama, kondisi market saat ini sedang pulih sehingga mendukung penguatan BUMI. Karena itu, rally saham batubara thermal ini tidak akan terhenti. “Kalau market tidak pulih, mungkin BUMI tidak akan rebound,” tukasnya. Itulah, menurut Irwan, faktor-faktor yang memicu kenaikan harga BUMI.

Sementara itu, harga komoditas, berpengaruh netral pada laju saham ini. Sebab, harga batubara tidak mengalami kenaikan tajam. Komoditas ini hanya naik tipis ke level US$87 dari sebelumnya US$86 per metrik ton.

“Saya rekomendasikan beli untuk BUMI. Sebab hingga akhir pekan ini, BUMI bisa ditutup di level Rp2.000. Sebelum level itu tercapai, saham ini tidak akan mengalami koreksi terlebih dahulu. BUMI akan terus naik,”
----------------------------------------------------------------------------

UNTR Jual 3.200 Unit Alat Berat Hingga Juli 2010


(IST)

INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penjualan alat berat sekitar 3.200 unit hingga Juli 2010.

"Untuk Juli kita telah menjual 468 unit alat berat. Dari awal tahun 2010 hingga Juli 2010 kita telah menjual 3.200 unit alat berat," tutur Sekretaris Perusahaan UNTR Sara Loebis.

Sara menuturkan, penjualan alat berat tersebut mayoritas untuk sektor tambang sekitar 40%, perkebunan 20%-25%, dan sisanya konstruksi dan kehutanan. Penjualan alat berat tersebut dinilai masih on the track. "Diperkirakan kebutuhan customer 1.800 sehingga dapat memenuhi target penjualan 5.000. Mudah-mudahan Komatsu bisa supply",tambah Sara.

Da mengatakan faktor masih turunnya hujan menjadi kendala penjualan. Pasalnya, para customer merasa percuma membeli alat tersebut karena tidak terpakai. Karena itu, mereka lebih memilih mengefisienkan pekerjaan, memperpendek rute kerja, dan menambah shift sehingga tidak membutuhkan peralatan.

Terkait rencana akuisisi tambang batu bara, Sara menuturkan, perseroan sedang bernegoisasi untuk aksi korporasi tersebut. Perseroan akan kembali mengakuisisi satu tambang batu bara yang masih green field. "Perseroan akan menggunakan dana internal untuk akuisisi tambang batu bara," tambah Sara.

Perseroan menargetkan produksi batu bara sebesar 700 ribu ton dari Tuah Turangga Agung dan 2,5 juta ton dari DEJ
-----------------------------------------------------------------------------
Dibayangi Pengangguran, Wall Street Ditutup di Zona Merah


(IST)

Pada awal perdagangan, indeks sempat menguat ditopang kinerja Hewlett-Packard Co yang mengalahkan Dell dengan selisih 33% lebih tinggi untuk layanan penyimpanan data.

Namun, sejumlah data ekonomi kembali memicu kekawatiran para investor, terutama bursa lapangan kerja. Pekan lalu, pasar saham lebih disemarakkan aksi jual seusai data klaim insentif pengangguran melonjak untuk pertama kalinya sejak November 2009.

Pada berita aksi korporasi, Potash Corp, Saskatchewan Inc menolak tawaran akuisisi BHP Billiton senilai US$38,5 miliar. Dan HSBC Holdings menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengkaji rencana pembelian saham pengendali milik Nedbank Group Ltd, Afrika Selatan dari Old Mutual senilai US$6,8 miliar.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones turun 39,27 poin (0,4%) ke 10.174,41, indeks

Standard & Poor's 500 turun 4,33 poin (0,4%) ke 1.067,36, dan indeks Nasdaq turun 20,13 poin (0,9%) ke 2.159,63.

Monday, 23 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG kemungkinan terkoreksi ke 3065.
secara teknikal IHSG MASIH akan dibawa turun ke 3065 - 3085 dikarenakan secara teknikal dengan menggunakan stochastic fast untuk hari ini akan mengalami penurunan.. dan secara jangka panjang IHSG masih akan menembus level 3200

BUY sector BANK dan CONSUMER GOOD
sector bank dan consumer good mengalami golden cross perdagangan kemaren di perkirakan
saham2 yang masih akan naik adalah BDMN , BBTN, BBRI, BMRI.
> BDMNSELL di 5400 - 5500, BUY kembali di 5250 - > TARGET 5750
> BBTN buy di 1880 -1890 TARGET 1950
> BBRI buy di 9300 -9400 TARGET 10.000
> BMRI sell di 6050, BUY kembali di 5850 TARGET 6200
> GZCO sell di 365 - 370 , saham ini sudah tidak layak koleksi karena mengalami death cross di 365..
Tebal
TANGGAPAN UNTUK REKOMENDASI ETRADING
BUMI > masih mengalami kenaikan 1550.. namun jual aja dulu.. karena penurunan bisa mencapai 1470.

ELTY > Masih akan menguat di 105 -106 .. sell dahulu saham ini masih akan terkoreksi ke 99 apabila tidak dapat menembus harga 109..

ENRG > MASIH DAPAT MENGUAT ke harga 102 namun sell dahulu.. karena trend dan volume masih tidak baik untuk koleksi saham ini.. penurunan masih belum terdeteksi samabai harga brapa..

RALS > saham ini akan mengalami koreksi di karenakan kenaikan tinnggi kemaren.. sell di 870 dan buy lagi di 830 .. untuk jangka pendek masih ke arah 900.. namun karena bukan termasuk saham luquid.. saya hanya menyarankan lihat dulu volume transaksinya..

GGRM > saham ini akan terkoreksi keharga 39750.. namun bukan berarti saham ini buruk untuk di beli.. gudang garam masih akan melanjutkan dengan target 40500..

Consumer good buy INDF
( rekom untuk jangka menengah 1 bulan )
buy INDF di 4150. target masih di 4600

REKOMENDASI ETRADING

Market Prediction

Indeks berhasil ditutup pada harga penutupan tertinggi di level 3,117 pada perdagangan kemarin dengan penggerak saham-saham seperti BUMI, GGRM, INTP. Asing tercatat melakukan net sell 29 miliar atau jauh dibandingkan dengan hari sebelumnya yang mencapai 1.7 triliun. Kami perkirakan indeks berpeluang untuk bergerak pada kisaran 3,056 - 3,162.

News & Analysis

UNSP: Akuisisi Domba Mas Segera Tuntas – Bakrie

BBRI: BRI Ambil Alih 88,65% Saham Bank AgroUtama

AQUA: Harga Tender Offer AQUA Sudah Sesuai

KBRI: KBRI Akan Lunasi Pinjaman US$38,5 Juta

IMAS: Kaji rencana pelunasan utang, harga saham IMAS melejit

BRAU: Recapital segera jual 20% saham BRAU

Chart in Focus

BUMI, ELTY, ENRG, GZCO, RALS, GGRM

CLICK HERE TO VIEW FULL REPORT

Friday, 20 August 2010

REKOMENDASI TRADER

IHSG kemungkinan terkoreksi ke 3065.
secara teknikal IHSG akan dibawa turun ke 3065 dikarenakan terkoreksinya regional yang bredampak ke BURSA kita...

BUY sector BANK dan CONSUMER GOOD
sector bank dan consumer good mengalami golden cross perdagangan kemaren di perkirakan
saham2 yang masih akan naik adalah BDMN , BBTN, BBRI, BMRI.
> BDMN buy di 5200 -5250 TARGET 5750
> BBTN buy di 1880 -1890 TARGET 1950
> BBRI buy di 9300 -9400 TARGET 10.000
> BMRI buy di 5750 TARGET 6200

Consumer good buy INDF
buy INDF di 4150. target masih di 4600

ETRADING RESEARCH

Daily Nws
Market Snapsho
t
Friday, 20 August 2010

Market Prediction
IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi baik pada harga penutupan maupun pada intraday trading. Rekor tertinggi IHSG tercatat pada level 3,118.37 sementara rekor penutupan tertinggi di level 3,105.35 pada perdagngan kemari. Pasar didominasi oleh perdagangan saham PT Berau Coal Energy Tbk yang sempat mengalami kenaikan 36% pada harga Rp. 550. Asing juga tercatat net buy sebesar 1,7 triliun. Untuk perdagangan hari ini akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan pasar Global (US dan Eropa). Kami perkirakan indeks berpeluang bergerak di kisaran 3,035–3,130.



• News & Analysis
BBKP: Pembiayaan Bank Syariah Bukopin Meningkat 543,69%

ANTM: Antam Rampungkan Akuisisi 20% Saham Mega Citra
BRAU: Pasar Sambut Berau Coal


CTRS: CTRS garap proyek residensial di tiga kota
ADHI: ADHI Raih 2 Proyek Baru Rp345,8 miliar Miliar

• Economic & Strategy
Jumlah Dana di SBI Meningkat Tajam

• Chart in Focus
GZCO
DILD
ASII
SMGR
NIKL
TLKM


News & Analysis

• BRAU: Pasar Sambut Berau Coal
PT Berau Coal Energy Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. "Sambutan investor sangat baik," ujar Presiden Direktur Berau Coal Roeslan Roeslani pada pembukaan perdagangan, 19 Agustus 2010. Dibuka dengan harga Rp 400, saham mengalami kenaikan harga saham hingga Rp 470 pada sesi penjualan pertama hari Kamis (19/8) siang. Saham sempat naik tinggi menyentuh angka 550, namun kembali turun. Adapun pasar ditutup dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah, 3105poin. Berau Coal menjual sepuluh persen sahamnya pada publik atau 3,4 miliar lembar. Nilai nominal per saham seharga Rp 100 ditawarkan dengan harga Rp 400 per lembar. Dana yang dihimpun senilai Rp 1,36 triliun. Saham berkode BRAU ini merupakan emiten ke 12 yang mencatatkan saham tahun ini di Bursa Efek Indonesia. Dengan tambahan tersebut maka hari ini kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 2.557 triliun

Comment: Meskipun secara fundamental dengan menggunakan perhitungan sederhana BRAU relative tergolong mahal, namun pasar masih memberikan respon positif hingga mencapai harga tertingginya Rp 550, yang kemudian ditutup pada harga Rp 445. Kami melihat bahwa pasar tidak memberikan respon spektakuler pada perdagangan perdana pasar sekunder saham BRAU selain karenasecara fundamental sudah terlalu mahal, pasar menilai IHSG sudah menembus resistance‐nya dan mencapai level teritngginya pada 3.118,37 sehingga berpeluang terkoreksi pada hari perdagangan selanjutnya.


• ANTM: Antam Rampungkan Akuisisi 20% Saham Mega Citra

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah menyelesaikan pengambialihan 20% saham PT Mega Citra Utama. Antam kini menguasai 85% saham perusahaan tambang bauksit tersebut. Demikian disampaikan dalam pengumuman yang dipublikasikan, Kamis (19/8/2010). Pengambilalihan dilakukan Antam denganmembeli 20% saham baru yang diterbitkan Mega Citra. Sebelumnya, Antam memiliki 60% saham Mega Citra, sehingga kini meningkat menjadi 85%. Mega Citra merupakan perusahaan pertambangan Bauksit yang beroperasi di Kalimantan Barat. Sayangnya, perseroan tidak mengumumkan nilai akuisisi ini.


Comment: Menurut pendapat kami, aksi ANTM ini dapat menjadi sebuah nilai tambah perusahaan, karena dapat menambah revenue perusahaan, khususnya revenue dari sektor bauksit. Selain itu, produksi dari sektor bauksit juga akan turut meningkat sehingga akuisisi ini akan jadi hal yang cukup positif bagi ANTM. Namun perlu diperhatikan juga keengganan ANTM untuk mengumumkan nilai akuisisi ini, karena apabila nilainya ternyata terlalu mahal, hal ini dapat menjadi nilai buruk bagi ANTM sendiri.


• BBKP: Pembiayaan Bank Syariah Bukopin Meningkat 543,69%
PT Bank Syariah Bukopin mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 543.69% hingga akhir Juni 2010. Perseroan pun berhasil mencatat laba alias lolos dari kerugian di semester I‐2009. Menurut Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto, peningkatan itu terjadi seiring dengan pertumbuhan aset yang naik 176.67% menjadi Rp 1,945 triliun di semester I‐2010 dari sebelumnya Rp 703 miliar pada semester I‐2009.

Comment: Menurut pendapat kami, dengan meningkatnya pembiayaannya ini sangat berdampak positif bagi kinerja perusahaan itu sendiri. Dimana kenaikan 543.69% ini sudah merubah posisi keuangan BBKP yang negatif menjadi positif. Apabila hal tersebut dapat dikelola dengan baik dan tidak berubah menjadi bad debt, maka tidak mustahil pada akhir tahun berjalan laba BBKP dapat meningkat secara siginifikan, dimana pada 1H kemarin BBKP mencatatkan keuntungan sebesar 226.6 triliun dengan P/E 9.64 (rata industri 11.28

ADHI Raih 2 Proyek Baru Rp345,8 miliar Miliar
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengatakan jika pihaknya telah mendapatkan dua proyek baru dengan total nilai mencapai Rp345,84 miliar. Demikian diungkapkan oleh Corporate Secretary ADHI Kurnadi Gularso dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/8/2010). Pertama, proyek Drainese Kota, rehabilitation and struktures in Banda Aceh Zone 4 and other works senilai Rp119,53 miliar. Proyek ini dimiliki oleh PPK Rekonstruksi Infrakstruktur PLP‐AFD Banda Aceh. Dengan lingkup pekerjaan Sal Drainese 12 km, Box Culvent dan rumah pompa dan pengadaan mobile pump. Jangka waktu proyek ini adalah 14 bulan. Proyek kedua adalah proyek civil (multidiscipline project), Construction Service Resource Unit Rate (CS RUR) Contract No.8969‐XK senilai Rp226,3 miliar. Proyek ini milik Chevron Pasific Indonesia di Duri, Minas, Riau dengan lingkup pekerjaan provision of constructions services‐resource unit rate.

Comment: Dari jumlah proyek baru yang diperoleh ini maka akan menambah “Contract Revenue” yang diman akan membawa kenaikan dari “bottom line” perusahaan. Namun perlu diperhatikan akan “Cost of Contracts” dan juga system pembayaran yang diterima (Account Receivable) perusahaan, apakah akan berdampak pada penerimaan yang mengangkat jumlah “Cash Flow” perusahaan dalam jangka waktu yang relatif dekat. Kami melihat adanya kenaikan ROI, apabila perusahaan mapu menyumbang jumlah yang cukup signifikan terhadap “earning” perusahaan. Dengan P/E yang masih relative rendah 7.8 dibanding average “peers” yaitu 15.3, maka saham ADHI ini akan berpeluang untuk menaik.

Economic & Strategy
Jumlah Dana di SBI Meningkat Tajam
Jumlah dana perbankan yang disimpan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dalam satu pekan terakhir (6‐13 Agustus) meningkat tajam dari Rp234,39 triliun menjadi Rp272,68 triliun. Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Johansyah di Jakarta, Kamis mengatakan peningkatan dana di SBI sebesar Rp38,29 triliun itu terjadi karena adanya perpindahan dana dari instrumen ter deposit jangka pendek yang habis waktu dan berkurangnya kredit yang disalurkan selama Ramadhan dan Lebaran. Selain itu, katanya, juga karena adanya lelang SBI 9 bulan yang berhasil menyerap dana sebesar Rp2,25 triliun. Meskipun ekspektasi inflasi meningkat, belum terdapat indikasi peningkatan suku bunga dalam jangka pendek. Sementara di SBI 9 bulan, pelaku pasar menginginkan rate yang lebih tinggi karena premi risiko.

Comment: Kami melihat bahwa peningkatan dana di SBI yang salah satunya disebabkan karena berkurangnya kredit yang disalurkan selama Ramdhan dan Lebaran merupakan signal negatif terhdadap industri perbankan. Meskipun peningkatan dana di SBI membawa signal negatif bagi industri pasar modal (IHSG), namun membuktikan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih bagus dan tidak akan berubah dalam waktu dekat. Diharapkan, ekspektasi inflasi yang berdampak pada peningkatan BI rate tidak tidak direspon secara berlebihan oleh pasar.

STATISTIK , SEnTIMEN dan pemain sektor keuangan

Statistik, Sentimen, & Pemain Sektor Keuangan

ilustrasi. foto: corbis

”Lucu ya, takut kok direncanakan. Kalau kondisi begini dan begitu, harus takut dan perlu menjual saham. Kalau kondisi seperti ini itu, harus gembira dan membeli saham.”

Demikian celotehan Pandoya (bukan nama sebenarnya), yang walaupun bukan ahli keuangan, tapi suka mengikuti berita pasar keuangan di koran.

”Cerita ini lebih lucu lagi!” kata Pandoya. Pada awal 2008 kebijakan paket stimulus yang diberikan Amerika Serikat dan hampir semua negara di dunia dilihat sebagai hal yang positif oleh para investor.

Mereka senang dan bergairah membeli saham. Namun, akhir-akhir ini para pemain di sektor keuangan justru ”takut” ketika mendengar Amerika Serikat akan meneruskan paket stimulus.

Investor merasa dengan kebijakan ini ekonomi Amerika Serikat masih jelek sehingga mereka perlu menjual saham. Pandoya memang benar-benar pusing ketika mengikuti berita di sektor keuangan.

Berita membaiknya pertumbuhan ekonomi Jerman dan keuntungan besar dari usaha perjudian di Genting, Singapura telah membuat para investor di pasar keuangan mendapatkan pertanda bahwa harga saham akan naik. Sebelum harganya naik, mereka pun harus terlebih dulu membeli.

Mereka akan untung ketika harga saham benar-benar naik. Memang itulah yang terjadi pada 13 Agustus 2010. Para investor benar-benar dengan cepat berburu saham sehingga harga saham benar-benar naik cepat sekali.

Pandoya sangat bingung. Harga saham naik cepat, padahal keuntungan perusahaan yang mengeluarkan saham itu sama saja, tidak berubah.

Keuntungan perusahaan tidak berubah drastis, apalagi dalam hitungan hari atau menit! Tapi, nilai sahamnya dapat berubah sangat cepat. Pandoya masih ingat dengan berita yang dia baca dua hari sebelumnya, 11 Agustus.

Harga saham jatuh karena ada statistik yang memperlihatkan perlambatan pertumbuhan investasi dan hasil produksi di China. Selain itu, Pemerintah Amerika Serikat juga memberi pernyataan bahwa pemulihan ekonomi di Negara Paman Sam akan lebih lambat dari yang diharapkan.

Kedua hal ini seolah memberi tahu para investor bahwa ekonomi dunia akan memburuk karena pengaruh perekonomian di dua raksasa dunia tersebut. Kemudian para investor bagaikan mendapatkan aba-aba untuk menjual saham karena harga saham diperkirakan turun.

Itulah yang kemudian benarbenar terjadi. Mereka dengan tangkas menjual saham yang mereka punya. Akibatnya, harga saham tentu saja benar-benar berjatuhan pada 11 Agustus lalu. Pandoya hanya bisa tersenyum kecut.

Sentimen para investor dapat berubah demikian cepat.Apa yang terjadi dua hari sebelumnya atau bahkan sehari sebelumnya— seolah tidak berpengaruh pada apa yang terjadi hari ini. Pandoya ingat yang dikatakan dosennya bahwa krisis ekonomi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada 1997-1998 dipicu dan dipercepat oleh sentimen para pemain di sektor keuangan.

Pada akhir 1997, investor merasakan bahwa kondisi politik di Indonesia makin tidak stabil dan kondisi perekonomian akan hancur. Maka mereka seperti mendapatkan abaaba untuk meninggalkan Indonesia, menjual saham dan rupiah.

Akibatnya, rupiah benar-benar terjun bebas dan perekonomian Indonesia benar-benar berantakan. Krisis yang lebih besar kemudian terjadi di tingkat dunia pada 2008-2009. Pemicunya juga sentimen para pemain di sektor keuangan.

Mereka melihat bahwa penduduk Amerika Serikat telah terlalu berani meminjam uang dan sektor perbankan juga makin berani meminjamkan uang ke orang-orang yang seharusnya tidak pantas meminjam.

Namun, para investor diam saja ketika semuanya berjalan lancar. Mereka bahkan ikut membeli saham yang berkaitan dengan sektor perbankan.

Tetapi pada akhir 2007, ketika mulai ada masalah di sektor keuangan, ketika ada sekelompok peminjam yang tidak mampu membayar utang, para investor seolah mendapat aba-aba untuk menjual saham.

Mereka merasa sektor keuangan akan jatuh. Sebelum benar-benar jatuh, mereka juga dengan cepat menjual saham yang mereka miliki. Akibatnya, harga saham benar-benar jatuh dan sektor keuangan Amerika Serikat benar-benar runtuh.

Karena pasar keuangan di Amerika Serikat telah demikian menyatu dengan keuangan dunia, sentimen di Amerika Serikat juga dengan cepat menjalar ke seluruh dunia.

Pada awal 2008, para pemain di Asia Tenggara masih menyangkal bahwa sentimen buruk di Amerika Serikat akan berdampak ke Asia Tenggara. Pada akhir 2008, dampak adanya sentimen itu ternyata terasa di Asia Tenggara.

Perekonomian (bukan hanya sektor keuangan) di dunia dan Asia Tenggara pun terkena dampaknya. Pandoya benar-benar resah. Sebegitu besarkah pengaruh sentimen para pemain di sektor keuangan?

Selain itu, sentimen mereka pun berubah dengan cepat. Lebih menyeramkan adalah bahwa apa yang mereka lakukan seolah mempertajam atau mempercepat sesuatu yang akan terjadi.

Ketika melihat suatu perekonomian akan turun, mereka bukan membantu agar ekonomi tidak jadi turun. Mereka malah mempercepat melemahkan perekonomian itu.

Mereka menjual saham yang berkaitan dengan perekonomian itu,tidak peduli apakah perusahaan yang menghasilkan saham itu masih sehat atau tidak. Kalau harga sudah benar-benar murah, perbaikan yang hanya sedikit dari perekonomian itu akan digunakan sebagai aba-aba bahwa saham akan meningkat.

Mereka pun buru-buru membeli saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan besar ketika saham benar-benar tinggi harganya. Di saat lain, ketika merasakan ada inflasi yang meninggi, para pemain di sektor keuangan justru makin memanaskan suasana dengan membeli saham,properti,dan komoditas lain seperti emas, bahkan pangan (termasuk beras).

Pandoya merenung, apakah mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka perbuat berdampak amat besar? Bukan saja di sektor keuangan,melainkan juga merambat ke semua sektor perekonomian, ke lapangan pekerjaan, dan bahkan ke masalah kemiskinan.

Lebih lanjut, dampak sentimen itu juga dapat meluas ke sektor sosial dan politik seperti yang terjadi di Indonesia 12 tahun yang lalu. Atau mungkin justru ada kaitan antara politik dan keuangan?

Pandoya mungkin sedang iseng. Maka renungan di atas amat mungkin tidak ilmiah. Tetapi, keresahan di atas pantas mendapat perhatian para peneliti ekonomi.(*)