Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Tuesday, 22 February 2011

REKOMENDASI TRADER

Technical Analyst Comment ( FS )

 Kami mencoba melihat IHSG melalui metode lain yaitu dengan Moving Average 50 dan Stochastic Oscillator. Terlihat
bahwa pergerakan naik IHSG tersebut ternyata tertahan di MA 50 dan IHSG membentuk Candlestick Doji yang mirip
Shooting Star. Stochastic Oscillator pun terlihat sudah Death Cross (Bearish Crossover) di area Overbought. Kami
memprediksi IHSG akan turun dengan range : 3440 - 3500
 Saham Blue Chips yang sebaiknya diperhatikan : TINS, MYOR
 Saham Blue Chips yang sebaiknya diwaspadai : ASII, PGAS, BUMI, BBRI, BMRI, BDMN

Top Buy Recommendation ( FS )
INCO (4975) - Buy On Weakness , Stop Loss : 4750 , Target Price : 5100

INCO (4975) – BUY On Weakness

Stop Loss : 4750, Target Price : 5100
INCO terlihat turun mendekati MA 50 yang menjadi Support – nya. Kami cukup yakin
INCO saat ini sudah memasuki kondisi Bullish jangka menengah setelah harga berada di
atas MA 50 dan MA tersebut mengarah ke atas. Expert Says : Investor dapat mengambil
Aksi Beli dengan target harga di 5100 dalam jangka pendek dan silahkan menunggu
ketika harga melemah sekitar 4800 – an.


--------------------------------------------------------------------


What Move the market?

Oil Climbs above $ 93, Watch For MEDC & ENRG.

NEWS HIGHLIGHTS

United Tractors : Penjualan Alat Berat Naik 55%

Berlian Laju Tanker : Refinancing Utang US$ 593 Juta

Adhi Karya : Raih Kontrak Baru Rp 262.8 M

Bank Central Asia : Bukukan Laba Bersih Rp 8.37 Triliun

Multistrada Arah Sarana : Siapkan Right Issue

Indosiar Karya Media : Akan Merger Dengan SCTV

TECHNICAL HIGHLIGHTS

INCO (4975) - Buy On Weakness

What Move the Market?

Oil Climbs Above $ 93, Watch For MEDC & ENRG.

Harga minyak mengalami lonjakan hingga 9% lebih ke $ 94 per barel akibat kerusuhan di Libya. Bahkan British Petroleum dikabarkan sudah menghentikan sementara eksplorasi minyak dan gas di Libya. Kami melihat bahwa kenaikan minyak ini adalah akibat dari spekulasi sehingga kemungkinan akan segera koreksi dalam jangka waktu dekat. Tapi hingga akhir tahun, kami menargetkan harga minyak masih akan naik diatas $ 100 per barel. Kenaikan harga minyak yang dikhawatirkan memicu inflasi juga memicu lonjakan pada harga emas yang saat ini sudah berada di atas level & 1.400 per troy ounce.

Untuk emiten di Indonesia yang terpengaruh secara langsung adalah Medco Energi International. MEDC memiliki lima sumur minyak di Libya yang masih sedang dalam tahap eksplorasi. Namun karena sumur ini belum berproduksi, jadi kerusuhan Libya sebenarnya belum berpengaruh terhadap kinerja perseroan. Yang menjadi perhatian dari kami adalah besarnya dana yang sudah di investasikan oleh Medco di Libya sudah mencapai US 78 Juta. Dan Jika kerusuhan ini terus berlanjut sehingga sumur gagal beroperasi, dipastikan Medco akan mengalami kerugian dalam jumlah yang material.

Harga saham MEDC berpotensi mengalami tekanan jual hari ini. Kami menyarankan Investor untuk memperhatikan saham ini dan melakukan pembelian jika harga ternyata terkoreksi dalam. Kami yakin bahwa harga saham akan kembali rebound jika keadaan Libya sudah kembali aman. Investor dapat melakukan buy on weakness untuk saham MEDC hari ini. Kami juga menyarankan investor untuk memperhatikan saham ENRG seiring dengan lonjakan harga minyak.

United Tractors (UNTR, 23.450)

Penjualan Alat Berat Naik 55%

Penjualan alat berat PT United Tractors pada Januari 2011 melonjak 55% menjadi 731 unit dan angka ini merupakan angka tertinggi dalam setahun terakhir. Penjuaan terbesar dipasok ke sector pertambangan, diikuti sector kehutanan, perkebunan dan konstruksi. Tahun ini UT menargetkan penjualan alat berat naik 11% menembus 6 ribu unit. -Investor Daily

Berlian Laju Tanker (BLTA, 345)

Refinancing Utang US$ 593 Juta

PT Berlian Laju Tanker memperoleh pinjaman dari bank asing sebesar US$ 685 juta. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membayar (refinancing) utang senilai US$ 593 juta. Pinjaman ini akan mengurangi cicilan utang perseroan sebesar 67%. Dalam tiga tahun mendatang, perseroan berpotensi melunasi cicilan hingga senilai US$ 169.9 juta dan likuiditas perseroan akan meningkat. –Investor Daily

Adhi Karya (ADHI, 800)

Raih Kontrak Baru Rp 262.8 M

PT Adhi Karya meraih kontrak baru senilai Rp 262.85 miliar untuk pembangunan gedung di Jakarta dan Cirebon. Durasi untuk pengerjaan proyek di Jakarta selama 15 bulan sedangkan 300 hari untuk di Cirebon. Sebelumnya, hingga 11 Februari 2011, perseroan berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp 1.06 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 12.5 triliun. –Investor Daily

Bank Central Asia (BBCA, 6250)

Bukukan Laba Bersih Rp 8.37 Triliun

PT Bank Central Asia membukukan laba bersih 2010 (unaudited) sebesar Rp 8.37 triliun. Perolehan laba tersebut tumbuh sekitar 23.45% dibandingkan tahun 2009. Perseroan membidik pertumbuhan bisnis kartu kreditnya sebesar 30% tahun ini dengan total pangsa pasar sekitar 16-17%. –Investor Daily

Multistrada Arah Sarana (MASA, 280)

Siapkan Right Issue

PT Multistrada Arah Sarana berencana right issue untuk menambah modal kerja sebanyak US$50 juta – 100 juta guna pembentukan anak usaha baru yang bergerak di bidang tanaman industry dan pabrik pengolahan karet. Perseroan juga membuka opsi pendanaan lain berupa pinjaman bank atau menggunakan dana internal. –Bisnis

Indosiar Karya Media (IDKM, 1010)

Akan Merger Dengan SCTV

PT Indosiar Karya Media merencanakan penggabungan usaha dengan PT Surya Citra Media, anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi. Rencana ini telah dibicarakan dengan dewan komisaris perseroan dan telah disetujui di rapat dewan komisaris. –Investor Daily, Bisnis

No comments: