Solusi Saham

SELAMAT DATANG DI SOLUSISAHAM SANGAT SENANG JIKA DAPAT MEMBANTU ANDA , SEMUA YANG DATANG SEBAGAI TAMU AKAN TINGGAL SELAYAKNYA SAUDARA

ARTIKEL

Friday, 30 August 2019

HARGA RASIONAL SAHAM September 2019

FUNDAMENTAL
CODE = Kode saham
Eps Ttm = Earning Per shares ( Seberapa besar perusahaan menjanjikan keuntungan)
Last Price = Harga terakhir saat menganalisa 30 agustus 2019
Harga rasional Andre MPP = Hasil analisa Rumus mencari harga rasioanal saham , yang sudah dimodifikasi oleh saya sendiri.
% Diskon = Jika Plus maka boleh beli , jika Minus Hindari karena sudah over.
Trading plan = Strategy aman untuk membeli saham.

Regards
Andre MPP

Rekomendasi saham Senin 2 September 2019 ( WSBP )

WSBP


BUY - 334Paling Mahal Buy - 338

WSBP Status 
Volume beli lebih Ada kenaikan dari Volume Jual
Artinya indikasi Pembalikan di level :

Diatas Harga PSIKOLOGIS 334 (Order BUY )

Target swing trade : 362 ( 7,05% )


Regards
Andre MPP 

Rekomendasi Saham 2 september 2019 ( CTRA )


CTRA


FAST TRADING 

Buy : 1085
paling mahal Buy : 1095
Fast trade ODT sell : 1135
Target Jual : 1185 ( 8,08% )
STOP LOSS 1075 ( Maksimal - 1,75% )


Rekomendasi saham Senin 2 September 2019 ( INDY )

INDY


BUY - 1355

INDY Status 
Volume beli lebih besar dari Volume Jual
Artinya indikasi melanjutkan kenaikan di level :

PSIKOLOGIS HARGA 1395 ( fast trade sell )
Target Fast trade 1 : 1495  (10,69% )
Target swing trade : 1595 ( 18,23% )
Target swing trade 2 : 1695 ( 25,81% )

Regards
Andre MPP 
( Sinudarsono )

Wednesday, 28 August 2019

HASIL PUBEX 2019 Jasa Marga ,tbk (JSMR)


HASIL PUBEX 2019
Jasa Marga (JSMR)

1. Lingkungan bisnis di jalan tol:

a. Masalah pembebasan lahan, saat ini menggunakan aturan tahun 2016 dimana saat ini menilai harga tanah menggunakan harga wajar
b.Proyek yang ditender harus layak secara komersial. Contoh: skema Viability Gap Funding (VGF) dimana proyek yang memiliki IRR rendah sebagian konstruksinya dibiayai APBN.
c. Konsesi jalan tol memiliki jangka waktu 35-50 tahun
d. Tarif tol akan disesuaikan tiap 2 tahun
e Dengan adanya transaksi cashless akan kurangi kepadatan lalu lintas sehingga lebih efisien
f Tidak ada jaminan untuk proyeksi volume lalu lintas kendaraan.

2. JSMR sendiri memiliki 33 konsesi jalan tol dimana 13 ruas adalah tol lama dan pangsa pasar JSMR 60% dengan panjang hak konsesi 1.527 km dan yang sudah beroperasi 1.041 km.

3. Adapun penambahan operasi jalan tol di 1H19 adalah Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (9.26 Km), Gempol-Pandaan (1.6 Km), Pandaan-Malang Seksi I-III (30.6 Km).

4. Target tol 2020: Cengkareng-Kunciran, Probolinggo-Banyuwangi, Menado-Bitung. Dan per akhir 2019 ini ditargetkan Cikampek II elevated beroperasi.

5. Katalis JSMR:

a. JSMR kembangkan FLO => aplikasi untuk bayar tol terintegrasi dengan uang elektronik yang tersimpan di server LinkAja. Jadi nanti tidak perlu berenti dan tidak perlu tap jika ingin bayar tol. Akan tetapi ini menunggu keputusan Pemerintah untuk gunakan teknologi apa? RFID (stiker) atau DSIC (card reader). Saat ini FLO masih uji coba dan sudah ada di 40 gerbang, targetnya akhir tahun 200 gerbang, baru nanti launching.
Fungsi FLO ini untuk jalan tol lancer agar traffic makin banyak sehingga revenue naik

b.*Target ke depan Perseroan juga akan kembangkan kawasan di sekitar toll (efek sekitar 20% dari total revenue).

c. Konektivitas seperti di TransJawa membuat traffic menjadi lebih tinggi sehingga traffic yang sudah tercapai saat ini sudah melebihi target Perseroan tahun ini.

d. Cashless membuat JSMR lebih efisien dari segi HR dan operasi jalan tol.

e. Bulan lalu groundbreaking IoT lab untuk kembangkan BIG DATA untuk operasional tol ke depan. Fungsinya melakukan pemetaan consumer rata2 pergi kemana dan siapa yang menggunakan jasa tolnya. JSMR memiliki 44 juta transaksi per hari.

f. Untuk financing, JSMR akan terbitkan Step Up dan Zero Coupon Bond
Selain itu, tidak menutup kemungkinan untuk buat KIK dinfra dll untuk setiap ruas toll untuk minimalisasi Debt. Target interest bearing debt di bawah 5x. Saat ini hanya sktr 1.6x per 1H19.


Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX 2019 Bank Rakyat Indonesia,tbk (BBRI)




HASIL PUBEX 2019 
Bank Rakyat Indonesia (BBRI)


1. BBRI berencana akan fokus mengembangkan UKM digital fintech, beberapa sektor yang akan di realisasikan seperti Foodtech, Edutech dan Healthtech.

2. Total karyawan BBRI saat ini berjumlah sekitar 123 ribu, (85% below <35thn) fungsinya akan berubah dari Branchless ke arah mobile banking.

3.Terkait PSAK 71, LDR 93% (masih cukup aman), likuiditas cukup aman dan NPL coverage ratio saat ini di level 194.58% naik 2.89% dari 1H18 di level 191.69%.

4. Komposisi simpanan BRI di 2Q19, (41% dana mahal/59% dana murah), dana murah porsinya naik 1% secara YoY kalau CASA naik maka positif untuk BBRI karena biaya bunga turun dan efeknya laba bersih bisa naik

5. Sejak IPO tahun 2003 lalu, dan sudah 2x stock split, saham BBRI saat ini sudah mengalami kenaikan sekitar 50x.

6. Rating Bond BBRI stabil. FITCH (stable), MOODY'S (stable), S&P (stable).

7. Nasabah >11M debitur, dan >100M tabungan.

8. Per 13 Agustus 2019, BBRI memiliki market cap sekitar 528triliun, tertinggi kedua di Indonesia setelah saham BBCA 741triliun.

9. BRI saat ini memiliki 3 insiatif yakni: 
1. digitizing core, digital ecosystem,
2. new digital proposition.
3 . > ketiga akan menjadi value proposition untuk BBRI.

10. kedepan perbankan akan mengalami penurunan NIM, dan hal ini sudah diantisipasi oleh seluruh perbankan di Indonesia. namun penurunan NIM akan di cover oleh pendapatan Fee Based Income (FBI), dimana YoY g=12.6% porsi terbesar dimiliki oleh Fee administrasi simpanan (31%), dan E-channel (29%) hingga 1H19.

11. Mengacu pada poin no 9, maka ada korelasi yang positif untuk kenaikan porsi fee based income (FBI) di poin no.10. positif untuk BBRI baik pada jangka panjang

Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX 2019 Alam Sutera,tbk (ASRI)




HASIL PUBEX 2019
Alam Sutera (ASRI)

1. Apakah ASRI ada rencana melebarkan bisnis di kota-kota besar lainnya?
A: ASRI melihat saat ini pasar masih cukup challeging, dan untuk saat ini masih akan fokus di proyek sekitar Alam Sutera, serta GWK. Keadaan oasar saat ini masih lebih ke arah end user, sementara masyarakat masih terlihat belum ingin berinvestasi, jadi ASRI belum terlalu berani untuk ber-ekspansi

2. ASRI hingga 1H19 baru mendapatkan pendapatan Rp 1.3tn < 1H18 Rp 2.2tn, kekurangan ini akan di coba ditutupi dari penjualan Suvarna Sutera Rp 600m, peluncuran proyek apartement di Alam Sutera, serta realisasi CFld yang diharapkan akan merealisasikan penjualan sekitar Rp 1tn.

3. Bagaimana dengan rencana akusisi lahan di Serpong Utara? menurut manajemen, Serpong Utara masih cukup potensial dan berpotensi untuk dilepas sebagai kavling komersial. di sisi lain ASRI juga berkeinginan untuk membangun another project seperti LLOYD ke depannya.

4. ASRI menantikan timing yang tepat, untuk menurunkan eksposur terhadap USD, hedging sudah dilakukan tapi memang tidak full swap.

5. Penjualan terbesar ASRI saat ini masih berasal dari area Alam Sutera 52%, 41% Suvarna SUtera. Berdasarkan produk 69% berasal dari segmen residensial, 19% Apartemen, dan 12% Komersial.

6. Belanja Modal hingga 1H19 Rp 73 milyar, berbanding Rp 479 milyar pada 1H18. Sementara Pra Penjualan di 1H19 Rp 922 M untuk porsi rumah dan tanah residensial, Rp 252 M Apartemen, sisanya Rp 167 M tanah komersial dan Ruko

7. Pembangunan tol Kunciran-Serpong yang di targetkan akan selesai oleh operator pada tahun ini > berpotensi untuk memberikan dorongan positif pada penjualan perumahan di Alam sutera


Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX 2019 Sarana Menara Nusantara,tbk (TOWR)



HASIL PUBEX 2019
Sarana Menara Nusantara (TOWR)

1. Terkait dengan akusisi tower milik Indosat, sampai saat ini perseroan tertarik dan akan ikut berpartisipasi. (namun untuk informasi lebih lanjut perseroan tidak ingin berkomentar terlalu jauh).

2. Mengapa industri Tower di Indonesia cukup  menarik? karena long term revenue, margin EBITDA yang tinggi, free cash flow yang positif, Strong Operating Coverage, high barrier to entry, termasuk economies of scale, pertumbuhan yang signifkan, dan peluang bisnis yang masih sangat terbuka.

2. Target revenue diharapkan akan naik 8%-9% YoY di 2019. dengan kontribusi dari Fiber Optic (FO) yang diharapkan akan mencapai 12%-13% terhadap total pendapatan perusahaan

3. Beberapa kunci pertumbuhan TOWR sejauh ini, 
1). Pertumbuhan coverage industri telekomunikasi,
2). Fiber Optic meningkatkan kapasitas,
3). Satellite Link dan VSAT (kontrak VSAT dari perusahaan dan pemerintah mencapai lebih dari 3,500 sambungan).

4. Hingga Jun-19, TOWR memiliki sekitar 18,152 unit, terbanyak di bandingkan TBIG (15,131), STP (6,369).

5. Di 2Q19, net income margin +33.2% manajemen optimis hingga akhir 2019 nanti Net Margin bisa di atas +35%. pertumbuhan CAGR revenue 14-19E +8.5%, hingga di akhir 2018 lalu > perseroan mampu mempertahankan posisi sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi independent yang terkemuka, dengan portfolio menara terbesar yang terdiri dari 8,401 menara BTS dan 9,751 menara yang diakuisisi  dengan 14,500km fiber optik dan pipeline 16,600 km.


Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX 2019, PT PP tbk (Persero) (PTPP)

HASIL PUBEX 2019
PP (Persero) (PTPP)

1.Lini Bisnis PTPP:
UPSTREAM => PT PP Infrastruktur, PT PP Energi, PT PP Property dan PT Sinergi Colomadu
MIDSTREAM => core business Perseroan di bidang Construction dan EPC
DOWNSTREAM => PT PP Urban, PT PP Presisi 

2. Kontrak baru hingga Juni 2019 Rp 14.8 Tr dengan segmentasi: 40% di oil and gas, 24% building, 22% road &bridge, 6% di industry, 3% di Airport (yang terbaru Airport Kulonprogo), 3% railway, 1% irigasi dan 1% power plant (lebih dari 5000 MW).

3. Pendapatan PTPP 2Q19 naik 12.8% YoY dan Laba bersih turun 21.3% YoY. 

4. Proyek konstruksi yang sedang dikerjakan:
a. Jalan tol Manado-Bitung      Rp 2.897 M
b. Jalan tol Pandaan –Malang      Rp 3.810 M
c. Pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1  Rp 1.260 M
d. Patimban Port Development Project (I): Terminal Construction  JPY 47.180.943.710
e. Makassar New Port       Rp 2.499 M
f. Bendungan Lolak Tahap I dan II     Rp 1.197 M
g. Bandara Kulonprogo (Yogyakarta International Airport)  Rp 5.580 M
h. NIPA Storage Tank Terminal      Rp 5.320 M   
i. Proyek Prestigious yang telah diselesaikan:
j. Pelabuhan Petikemas Kalibaru     Rp 8.727 M
k. Jembatan Holtekam       Rp 1.857 M
l. Stadion Papua Bangkit       Rp 1.265 M
m. PLTMG MPP Package VIII      Rp 756    M

5. Aksi korporasi: 
a. Pefindo menilai PTPP “A+” untuk Korporasi dan Obligasi yang beredar dan MTN dengan outlook “Stabil” yang berlaku hingga 31 Mrt 2019.
b. Penandatanganan kerjasama dengan PT Hyundai Engineering & Construction
c. Penandatanganan kerjasama dengan PT Macika Mineral Industri (konstruksi Smelter Nikel)
d. Penandatanganan kerjasama pembentukan usaha patungan dengan PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak
e. Penandatanganan kerjasama pembentukan usaha patungan PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta

6. PT PP Property nanti akan masuk untuk bangun kawasan (selama ini hanya bangun yang kecil-kecil)

Rencana ke depan: 
a. Pendapatan kontrak baru untuk tahun ini belum ada dari swasta, padahal biasanya porsi swasta sktr 20-25%. Target tahun ini sekitar Rp 50 Tr dan hingga Agustus diprediksi akan bukukan sekitar Rp 23 Tr.
b. Bisnis EPC Total sudah dapat sktr Rp 5 Tr dan PLTU sekitar Rp 2.5 Tr.
c. Bisnis baru : energy terbarukan, menjadi penyedia air minum bersih terbesar di Indonesia, akan masuk ke toll yang memiliki recurring yang bagus, bisnis kawasan akan mulai di akhir tahun depandi Bekasi, Cibubur, Tangerang, Jawa Barat (akan kerjasama dengan pihak lain)
d. PT PP Presisi kerjasama dengan PTBA dan SMGR
e. Dalam 5 tahun ke depan, recurring ditargetkan akan kontribusi sekitar 10-15% sehingga jika konstruksi tidak stabil maka Perseroan masih stabil.
f. PPRO sedang proses dengan salah satu MI di akhir tahun ini untuk masuk ke KPA. Dan Salah satu strategi PPRO yang baru adalah bangun sudah 80% jadi baru dijual
g. Saat ini mulai berubah porsinya dimana sblmnya PPRO secara portofolio berkontribusi lebih besar ke holding. Per Juni 2019, PPRE kontribusinya lebih besar sekarang.

Regards
Andre Mpp

HASIL PUBEX 2019 Semen Indonesia,tbk (SMGR)




HASIL PUBEX 2019
Semen Indonesia (SMGR)

1. SMGR adalah salah satu pemain semen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas terpasang 53 juta ton (vs INTP kapasitas terpasang 25.5 juta ton) dan memiliki pangsa pasar 53% per Juli 2019. Saham SMGR dimiliki Pemerintah sebesar 51%. Fasilitas produksi SMGR berada di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Vietnam. Tingkat utilisasi SMGR sktr 87% vs rata2 utilisasi industry sekitar 70%.

2. Saat ini di Indonesia ada total 14 pemain dengan total kapasitas 2019 (termasuk SMGR) sebesar 110 juta ton. Kondisi saat ini masih oversupply sekitar 30 jutaan ton. (oversupply sudah terjadi sejak 2014-2015 hingga saat ini).

3. Porsi penjualan Bag Cement masih mendominasi dibandingkan Bulk Cement, akan tetapi mulai terjadi penurunan di penjualan Bag Cement karena sekarang masyarakat mulai beralih mencari produk turunan semen, contohnya seperti ready mix, dll. Untuk penjualan dari semen bulk, sekitar 20-25% dari porsi penjualan bulk Perseroan ini untuk proyek Pemerintah.

4. Cara atasi oversupply cement: Perseroan mulai masuk ke produk2 bahan bangunan karena mereka memberikan nilai tambah daripada menjual hanya semen. Selain itu, karena saat ini SMGR sudah memiliki koneksi ke sekitar 80.000 penjual bahan bangunan di seluruh Indonesia, channel ini akan berguna untuk pasarkan produk baru Perseroan. Selain itu, Perseroan juga ekspor bukan hanya ke Vietnam, tapi juga masuk ke China, karena disana ada issue environment sehingga harus impor. Di Vietnam sendiri, SMGR ada anak usaha yaitu Tang Long Cement (TLCC) akan tetapi kontribusinya tidak besar karena hanya sekitr 2 juta ton per tahun.

5. Efek dari pemindahan Ibukota ke Kalimantan kelihatannya akan menguntungkan karena SMGR memiliki market share di Kalimantan sebesar 46.3% (brandnya sudah kuat disana). Kompetitor terbesar CONCH, sedangkan untuk INTP walaupun ia memiliki Plant di KalSel, kemungkinan ongkos kirimnya akan buat cost INTP lebih tinggi.

6. Strategi Perseroan: Jaga Profitabilitas, walaupun masih oversupply dan masuk ke bisnis building material.

7. Kinerja keuangan tahun ini diprediksi flat, untuk tahun depan prediksi demand semen bs naik 4-5%, lalu juga Perseroan akan lakukan cost efisiensi (melihat efek penggabungan holcim bisa tekan cost sampai seberapa besar). Cost akibat akuisisi Holcim juga nanti akan mengecil krn ada refinancing.

Regards
Andre Mpp

HASIL PUBEX 2019 Wijaya Karya Beton (WTON)




HASIL PUBEX 2019
Wijaya Karya Beton (WTON)

1. WTON memiliki 4 pilar bisnis utama: 
a. Material,
b. Engineering
c. Produksi
d. Instalasi.*dari 4 pilar bisnis tsb, yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan WTON yakni lini bisnis Produksi (>90%) dan instalasi (10%).

2. WTON sejauh ini memiliki 14 pabrik,
1 mobile plant,
3 quarry plant,
7 wilayah penjualan,
3 anak perusahaan,
1 perusahaan asosasi. dengan kapasitas terpasang 3.7jt ton/tahun.

3. Pada aktivitas operasi (cash flow) terlihat 2Q19 negatif cukup tinggi,
namun secara seasonal memang di 2Q19 selalu negatif. hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan, karena menurut perseroan di 3Q dan 4Q posisi operating cash flow akan kembali positif, ditaksir sekitar Rp 400 milyar.

4. Angka penjualan WTON dalam 4 tahun terakhir CAGR +20.22% (2Q15-2Q19), dan laba bersih CAGR +12.75% (2Q15-2Q19). DER WTON hingga 2Q19 sekitar 1.8x < dari industri yang sekitar (3-4x) *masih cukup aman, gearing ratio < 1x, dibawah 1x masih cukup aman.

5. Pada 2Q19, kontrak baru Rp2.7tn, turun -13.73% secara YoY. > hal ini dikarenakan adanya pilpres banyak proyek yang ditunda pada semester-I lalu. untuk target kontrak baru, baru akan terlihat pada kuartal3/4.

6. Sejalan dengan penambangan proyek WIKA di luar pulau Jawa dan juga potensi Kalimantan sebagai calon ibukota baru, WTON optimis akan mendapatkan potensi kenaikan kontrak baru yang cukup besar > berdasarkan komposisi pelanggan hingga 2Q19, WIKA Group berkontribusi sekitar 26.1%, selanjutnya PLN (13.9), PT Bosowa Marga Nusantara +12.7 dan Hutama Karya Group (+5.6%).

7. Bagaimana strategi manajemen dalam meningkatkan profitablitas?
1. menggunakan ECM, bisa mendapatkan material yang lebih murah, dengan kontrak payung dari supplier.
2. menggunakan quarry, kerjasama bersama IUP dan pemilik cluster (dari pemilik lahan).

8. 3 Proyek top WTON hingga 7M19, yakni tol Pekanbaru-Padang Seksi BEngkinang-Pangkalan Rp 691.9M, Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 3A Rp 220.69M, dan Bandara Kulon Progo Rp 136.8M

HASIL PUBEX 2019 Semen Baturaja tbk (SMBR)




HASIL PUBEX 2019
Semen Baturaja (SMBR)

1. Perseroan memiliki 4 wilayah operasional, masing-masing di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka belitung, dengan market share terbesar per 1H19, Bengkulu (7%), Lampung (24%), Sumatera Selatan (64%), Bangka Belitung (7%), dan Jambi (15%). dengan demand terbesar di wilayah Lampung (945K ton), Sumatera Selatan (616K ton), Jambi (359K ton).

2 Pada semester-I 2019, demand semen nasional rata-rata turun, di pulau Jawa sebagai demand terbesar, secara YoY turun -2.8%, sedangkan wilayah operasional SMBR di Sumbangsel mengkontrbusi 8.6% dari total demand semen nasional, pada 1H19 turun -8.6%.

3. Manajemen menuturkan, pada semester-I demand semen cukup terganggu karena adanya Pilpres, sedangkan pada semester-II diekspketasi akan membaik.

4. Bagaimana dengan pandangan manajemen terkait untuk meningkatkan pangsa pasar di wilayah Jambi? SMBR memandang, Jambi masih memiliki jalan yang kurang proporsional, perjalanan dengan menggunakan truk cukup lama, maka dari itu perseroan akan mencoba untuk memakai kereta api dan berharap mampu meningkatkan penjualan dengan efisiensi waktu yang lebih baik kepada customer.

5. Kinerja SMBR di 1H19, secara umum tidak terlalu positif, hal ini dikarenakan demand semen di wilayah pasar SMBR mengalami penurunan yang signifikan.

6. Kinerja produksi SMBR di 1H19 hanya naik +1.3%, dengan komposisi penjualan PCC 82%, OPC type V 1% dan OPC type I 17%.

7. Total Aset SMBR di 1H19 naik +1%, total liabilitas +3%, dan ekuitas -1.52%
disebabkan oleh pembayaran dividen.

8. Terkait dengan kenaikan beban penjualan di 1H19, ada reklasifikasi account yang di pindahkan dari beban pokok penjualan ke pos beban penjualan, yang membuat laba usaha menyusut menjadi 11% dibanding periode yang sama tahun lalu di level 34%. one time charge

9. Terkait dengan strategi investasi, SMBR sedang membangun pabrik baturaja III, dengan kapasitas produksi sekitar 2 juta ton. secara historis pembangunan pabrik membutuhkan dana sekitar Rp4 triliun, dan untuk pabrik baru III masih akan di hitung agar sesuai dengan ROI-nya. untuk pendanaan sebagian akan memakai pinjaman eskternal.


Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX ADHI KARYA Tbk ( ADHI ) 2019


HASIL PUBEX ADHI

1. ADHI memiliki anak usaha: Adhi Persada Gedung, Adhi Persada Properti, Adhi commuter properti (anak usaha ini yang membuat TOD di sepanjang jalur LRT) dan Adhi persada beton dan juga Dumai Tirta Persada (penyedia air minum di Dumai). ADHI ini dimiliki oleh Pemerintah sebesar 51%.

2. Untuk th 2019, ADHI targetkan orderbook Rp 66.784 M (dimana sekitar Rp 30.472 M adalah target kontrak barunya). Sekitar Rp 44.083 M adalah carry over ke 2020 sehingga target pendapatan FY19 Rp 22.701 M.

3. Hingga Juli 2019, kontrak baru yang diperoleh Rp 6.1 Tr. Untuk segementasinya 81% dari konstruksi dan EPC, 18% dari property. Untuk sumber dana 76% dari BUMN dan 17% dari Pemerintah.

4. Per Juni 2019, ADHI bukukan laba bersih naik 1.1% YoY. Proyek yang paling besar adalah proyek LRT.

5. LRT Jabodetabek memiliki panjang rute 82.9 Km terdiri dari 2 fase: 
Fase I: Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Duku Atas, Cawang-Bekasi Timur
Fase II: Duku Atas-Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor (th depan akan mulai konstruksi), dan Palmerah-Grogol
Jumlah stasiun LRT adalah 18.

6. Progres LRT per 2 Agt 2019: sudah 64.408% secara keseluruhan (Progressnya: Cawang-Cibubur sudah 84.014%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sudah 53.87% dan Cawang-Bekasi Timur sudah 58.122%).

7. Untuk pendanaan LRT ADHI keluarkan sekitar Rp 14 Tr akan tetapi sudah mulai dapat pembayaran: Rp 3.4 Tr di Mrt 2018, Rp 2.5 Tr di Des 2018, Rp 1.2 Tr di Mei 2019 dan Rp 3.1 Tr akan diterima soon. 
Untuk LRT sendiri hambatannya adalah masalah pembebasan lahan di Bekasi Timur (saat ini sudah selesai 70%), target Oktober sudah percepat progress, selain itu, untuk bangun LRT juga harus ada depo untuk maintenance kereta dll. Akhir Agt nanti akan datang 1 kereta untuk uji coba (kereta dari inka). Target selesai LRT adalah Juli 2020 dan awal 2021 akan operasi.

8. Katalis selanjutnya adalah Perseroan akan IPO kan PT Adhi Commuter Properti (perusahaan yang kembangkan TOD) pada 1Q20. ACP ini diberi modal Rp 2 Tr untuk belanja lahan.

9. Untuk proyek TOD yang masih menjadi masalah adalah urus ijinnya. Untuk demand sudah ada, akan tetapi belum dibukukan ke lap keu Perseroan. Target FY19 pendapatan dari TOD ini sekitar Rp 1.4 Tr dari TOD Bekasi Timur, Jati Cempaka, dan MTH27.
Selain dari proyek TOD, Perseroan juga kembangkan property lain seperti di Rasuna Said di Jakarta (kerjasama dengan swasta), ada 3 lahan di Bekasi yang sedang diproses, dan di MT Haryono (lahan milik yayasan kostrad) untuk perkantoran dan apartemen.

10. Rencana investasi ADHI (6 investasi dengan total konsorsium investasi Rp 95 Tr)
a. SPAM (penyedia air minum) Karian-Serpong (Timur) => kerjasama dengan Korea
b. SPAM Karian Barat
c. SPAM Dumai => ini kerjasama dengan ADRO dimana porsi ADRO 49.1%. Targetnya produksi tahun ini, 50 liter per detik dan skrg sedang dalam proses pilih EPC kontraktor.
d. Tol Solo Jogja Kulonprogo
e. Tol JORR Elevated ruas Cikunir-Ulujami

f. 6 ruas tol dalam kota fase I => untuk 6 ruas tol ini akan terdiri dari 3 fase dan butuh pendanaan sktr Rp 52 Tr dimana ADHI partisipasi 18%.

Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX 2019 Bank Negara Indonesia (BBNI)

HASIL PUBEX 2019
Bank Negara Indonesia (BBNI)

1. Kinerja margin bunga bersih (NIM) BBNI di 1H19 turun -0.5% menjadi 4.9% dari 5.4%, disebabkan oleh kenaikan cost of fund (CoF) +0.4% dan rasio CASA dari 63.8% > 64.6% di 1h19

2. Dana mahal BBNI disebabkan oleh special rate di porsi suku bunga deposito dan sebagian ada di giro. *di 1H19 deposito meningkat +10.7% (yoy) dan giro +22.4% (yoy).

3. Porsi kredit BBNI di 1H19 masih di dominasi oleh segmen korporasi 51.9%, serta segmen konsumer 14.9% namun yield pinjaman korporasi turun menjadi 9.2% dari sebelumnya 9.6% hal ini yang membuat pendapatan bunga BBNI menurun, yield pinjaman secara keseluruhan turun 0.1% dari 9.4% menjadi 9.3%.

4. NPL sektor menengah terlihat memiliki kenaikan yang cukup signifikan secara (yoy) basis, dari 2.7% menjadi 3.7% di 1H19. dengan segmen kredit menengah mengkontribusi sekitar 13.9% terhadap total kredit BBNI. > *beberapa permasalahan di antaranya, sekitar Rp 533 miliar debitur minyak sawit di Sumsel mengalami masalah setelah produksi yang rendah karena kekurangan cadangan, debitur pertambangan batu bara di Kalimantan Rp 221 miliar (ada proyek yang tertunda), debitur manufaktur kayu triplek di Kaimantan - Rp 806 miliar, harga menurun sejak 2018, sedang dalam proses negosiasi dengan investor.

5. Pendapatan non bunga di 1H19 naik +11.6%, ditopang oleh oleh segmen pengelolaan akun dan trade finance.

6. Saat ini posisi LDR BBNI berada di level 92.3%. naik +4.3% (yoy), namun BBNI masih dapat memenuhi kewajiban jangka pendek karena level LCR ada di 195% dan kewajiban jangka panjang yang terlihat dari sisi Net Stable Funding ratio (NSFR) di 134%.

7. Update bisnis korporasi 
*ekspansi terbesar ada di sektor swasta yang berasal dari perusahaan pulp dan jasa usaha, sementara dari BUMN dikontribusikan oleh perdangan logistik. risiko: semua proyek infrastruktur yang dibiayai hingga 1Q19 telah dilakukan dengan skema sindikasi.

8. Update bisnis konsumer 
* strategi payroll dengan mengoptimalkan peluang dari cross customer database segmen korporasi, terutama dari institusi pemerintah dan BUMN. strategi KPR 2019: fokus pada nasabah berpendapatan tetap dari institusi maupun developer yang terseleksi, memperluas target market ke komunitas milenial.

9. Total Aset BBNI pada 1H19 naik +14.8%, menjadi Rp 843 triliun, level CAR ada di 17.6% naik +1.2%.

Regards
Andre MPP

HASIL PUBEX WASKITA KARYA tbk ( WSKT ) 2019

HASIL PUBEX 2019
Waskita Karya (WSKT)
----------------------------------

1.  WSKT bergerak di bisnis berikut ini:

UPSTREAM =>       
a. Waskita Toll Road (WTR) => memiliki 18 ruas jalan tol di Jawa dan Sumatera
b. Waskita Karya Realty => fokus bgn hotel, apartment, kantor, mixed use
c. Waskita Karya Infrastruktur => pembangkit tenaga listrik, pengelolaan air, dll*

MIDSTREAM => Konstruksi bandara, pelabuhan, Jalan raya, Rel kereta api, Jembatan, Gedung,          Powerplant, dll

DOWNSTREAM => Waskita Beton Precast (WSBP) => produksi beton kualitas tinggi

2.  Nilai kontrak baru WSKT per 1H19 Rp 8.402 Tr (tumbuh +9.8% YoY). Dimana 53.8% dari pengembangan bisnis (proyek dari anak usaha Perseroan dan proyek yang ditunjuk lgs melalui Peraturan Presiden), 27,84% dari BUMN/BUMD, dan 17%an proyek dari Pemerintah.

3.  Waskita Toll Road (WTR) sebelumnya dimiliki oleh WSKT sekitar 99.9%, tapi skrg sudah berubah porsinya jadi 79.88% dimiliki oleh WSKT, 11.05% dimiliki oleh PT SMI dan 9.07% dimiliki oleh PT Taspen. Dari 18 ruas jalan tol yang dimiliki, 11 top sudah beroperasi (10 ruas tol di Jawa dan 1 ruas tol di Sumatra).

4.  Yang di highlight oleh manajemen: 
Waskita memang rata2 besar di bisnis tol. Mereka adalah developer jalan tol, jadi mereka yang bangun setelah jadi dijual kembali utk dapat gain. Akan tetapi ada sebagian konsesi jalan tol yang mereka hold untuk dijadikan recurring income (hitung dari traffic dikali dengan tariff jln tol).
Tahun ini, Perseroan akan divestasi 5 ruas tol (minimal 4 ruas tol). => 3 ruas masih dalam proses dan target selesai di 2H19, sedangkan 2 ruas lagi masih dalam valuasi karena menunggu kebijakan penurunan tariff oleh Pemerintah.

Akan tetapi, divestasi ini tidak akan berdampak terlalu besar ke laporan konsolidasi WSKT karena kepemilikan WSKT di 2 ruas tol ini minimal dan 3 ruas tol sudah di RDPT sehingga memang tidak masuk ke konsolidasi laporan keuangan. Keuntungannya hanya cost th dpn hingga 5 tahun ke depan akan berkurang.

Akan tetapi untuk jangka waktu yang lebih panjang, sebenarnya yang telah disetujui untuk didivestasi ada 9 ruas tol, dan ada 6 ruas tol yang sedang dalam pembicaraan dengan investor.

Hal yang di highlight selanjutnya: bisnis toll ini sebenarnya sudah masuk ke tahap maturity, sebelum masuk dalam tahap declining, Perseroan memiliki strategi untuk masuk ke bisnis baru seperti mass transportation, pembangkit listrik tenaga sampah, jaringan pipa gas, dan railway.

5.  Katalis ke depan: 
a. Pemindahan Ibukota yang Baru => ada 1 jalan tol yang dimiliki WSKT di dkt daerah yang potensi dijadikan Ibukota baru.

b. Waskita Realty sedang kembangkan landbankdi Cibitung, Jawa Barat dengan target 350 Ha dan saat ini sudah akuisisi sekitar 130 Ha. Ini akan dijadikan proyek Mixed Used dan lahan ini dekat dengan tol Cibitung-Cilincing yang dimiliki Perseroan. => ini kerjasama dengan Moderland. (Waskita Realty 60%, Moderland  40%).

 c. Perseroan berencana buat RDPT tapi direct investment (untuk tol Becakkayu) => target tahun depan.*